BIREUEN – Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, kembali memperkuat kiprahnya dalam membangun jejaring pendidikan tinggi internasional melalui pelaksanaan Summer Course 2026 bersama Nagoya Gakuin University (NGU), Jepang.
Program yang mempertemukan mahasiswa Jepang dengan civitas akademika Umuslim tersebut menjadi ruang pembelajaran lintas budaya sekaligus sarana mempererat hubungan akademik, persahabatan, dan kolaborasi antara Indonesia dan Jepang.
Rangkaian Summer Course 2026 dirancang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di ruang akademik, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa NGU untuk mengenal lebih dekat kehidupan sosial, budaya, tradisi, serta kearifan lokal Aceh dan Indonesia.
Selama mengikuti program, mahasiswa NGU berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa Umuslim melalui berbagai kegiatan akademik, sosial, budaya dan aktivitas bersama. Pertemuan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi kedua pihak dalam memahami perbedaan sekaligus menemukan nilai-nilai persamaan di antara masyarakat Indonesia dan Jepang.
Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kembali program Summer Course sebagai bagian dari komitmen Umuslim dalam memperluas internasionalisasi perguruan tinggi.
Menurutnya, program seperti ini memiliki nilai strategis karena mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga belajar berkomunikasi, beradaptasi dan membangun jejaring dengan mahasiswa dari negara lain.
“Summer Course bukan sekadar kegiatan kunjungan mahasiswa dari Jepang ke Umuslim. Ini merupakan bagian dari proses membangun persahabatan, pertukaran pengetahuan, pemahaman budaya dan jejaring akademik antara dua universitas,” ujar Dr. Marwan.
Ia berharap hubungan kerja sama antara Umuslim dan NGU yang telah terjalin selama bertahun-tahun dapat terus dikembangkan melalui berbagai program baru, baik student exchange, summer course, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat maupun bentuk kolaborasi akademik lainnya.
“Kita ingin kerja sama ini terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen dan kedua institusi. Mahasiswa yang datang maupun yang berangkat ke Jepang membawa pengalaman yang nantinya dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan kedua universitas,” tambahnya.
Dari sisi NGU, pelaksanaan Summer Course juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa Jepang untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai kehidupan masyarakat Aceh sekaligus mengenal lingkungan akademik Universitas Almuslim.
Interaksi yang terbangun selama program diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke Jepang. Jejaring pertemanan dan komunikasi yang telah terbentuk dapat terus dipelihara sehingga menjadi modal penting bagi pengembangan kerja sama pada masa mendatang.
Bagi Umuslim, kehadiran mahasiswa internasional juga memberikan warna tersendiri bagi kehidupan kampus. Interaksi mahasiswa lokal dengan mahasiswa Jepang mendorong terciptanya lingkungan akademik yang lebih terbuka, inklusif dan berorientasi global.
Kerja sama Umuslim dengan NGU sendiri telah berkembang dalam berbagai bentuk, termasuk Summer Course dan program student exchange. Pada Maret 2026, Umuslim juga melepas mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa di NGU Jepang sebagai bagian dari penguatan pengalaman akademik internasional mahasiswa.
Rangkaian Summer Course 2026 kemudian ditutup dengan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Momen tersebut menjadi refleksi atas berbagai pengalaman yang telah dilalui bersama sekaligus menjadi simbol keberlanjutan hubungan antara mahasiswa Umuslim dan NGU.
Melalui program ini, Universitas Almuslim menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang pembelajaran global bagi mahasiswa.
“Seulanga in Harmony, Growing in Diversity” menjadi semangat yang relevan dalam membangun hubungan akademik lintas negara—bahwa perbedaan budaya bukanlah batas, melainkan kekuatan untuk saling belajar, memahami dan tumbuh bersama.
Reporter. Muhammad Idris