Saweu Keudee Kupi, Kapolres Bireuen Serap Aspirasi Warga dari Meja Kopi

BIREUEN, ACEH – Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K., memilih kedai kopi sebagai ruang membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

Didampingi Wakapolres Bireuen Kompol Mujibussalim, S.E., dan jajaran, Yulhendri melaksanakan saweu keudee kupi pada Rabu pagi (9/9/2026).

Sponsored

Bukan sekadar ngopi, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Kapolres untuk berbaur dan mendengar langsung berbagai persoalan serta aspirasi masyarakat, khususnya terkait keamanan dan pelayanan kepolisian.

Dalam suasana santai tanpa sekat formalitas, komunikasi antara polisi dan warga berlangsung terbuka. Kapolres juga mengajak masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi maupun persoalan yang membutuhkan kehadiran kepolisian.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu menghubungi polisi apabila membutuhkan bantuan. Melalui layanan 110, masyarakat dapat menyampaikan laporan secara gratis tanpa pulsa. Kami akan berupaya hadir memberikan pelayanan terbaik,” ujar Yulhendri.

Menurutnya, informasi cepat dari masyarakat sangat penting agar kepolisian dapat segera mengambil langkah sesuai kondisi di lapangan.

Yulhendri juga menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab polisi. Masyarakat, pemerintah dan seluruh elemen daerah memiliki peran yang sama dalam menciptakan Bireuen yang aman dan kondusif.

“Polri siap bekerja sama dengan seluruh masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk menciptakan situasi yang kondusif untuk pembangunan dan menjaga kepercayaan investor,” tegasnya.

Bagi Polres Bireuen, saweu keudee kupi menjadi salah satu cara membangun kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat. Kedai kopi dipandang sebagai ruang strategis untuk mendengar persoalan warga secara langsung tanpa jarak birokrasi.

Kapolres berharap komunikasi yang terbangun dari ruang-ruang sederhana tersebut dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.

“Dari meja kopi, komunikasi dibangun. Dari komunikasi, kepercayaan tumbuh. Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi kekuatan bersama untuk membangun Bireuen yang aman, damai dan kondusif,” pungkasnya.

Reporter Muhammad Idris

Baca Juga