Pemerhati Lingkungan Ajak Warga Takengon Nonton Depik Terakhir

Ringkasan Berita:

  • Depik Terakhir diputar gratis di GOS Takengon, Jumat 18 September 2026. Jadwal pemutaran 15.30–16.30 WIB.
  • Film karya Fachri Rizkillah mengangkat kehidupan masyarakat Gayo, nelayan depik dan Danau Laut Tawar.
  • Ikan Depik sebagai bagian dari ekosistem dan identitas Gayo, bukan sekadar komoditas.
  • Dengan datang menonton dapat menjadikan film sebagai pintu masuk membicarakan masa depan Danau Laut Tawar

TAKENGON – Warga Takengon diajak menyaksikan film lokal Depik Terakhir di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Jumat (18/9/2026).

Film tersebut diputar gratis pukul 15.30–16.30 WIB dalam agenda Sinema Rakyat yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif melalui program Ekraf Peduli.

Sponsored

Bagi pemerhati lingkungan, Depik Terakhir bukan sekadar hiburan. Film karya sutradara Fachri Rizkillah itu mengangkat kehidupan masyarakat Gayo, ikan depik dan Danau Laut Tawar sebagai bagian penting dari kehidupan serta budaya masyarakat setempat.

Film ini mengisahkan seorang ibu nelayan ikan depik yang merindukan anaknya, Atta, yang telah lama merantau. Di balik kisah keluarga tersebut, tersimpan cerita tentang hubungan manusia dengan danau dan lingkungan yang menopang kehidupan masyarakat Gayo.

Bagi masyarakat Gayo, depik bukan hanya ikan konsumsi, melainkan bagian dari identitas kawasan. Begitu pula Danau Laut Tawar yang tidak sekadar menjadi bentang alam, tetapi juga ruang hidup, sumber penghidupan dan bagian dari kebudayaan.

Pemutaran film ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat kembali persoalan lingkungan melalui karya anak daerah. Film dapat membuat isu lingkungan terasa lebih dekat melalui cerita, karakter dan visual.

Warga Takengon dan masyarakat Gayo diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan datang bersama keluarga, teman, komunitas atau generasi muda. Setelah menonton, masyarakat dapat membicarakan kembali pesan yang disampaikan film.

Sinema Rakyat digelar sejak pagi hingga malam. Selain Depik Terakhir, sejumlah film lain juga dijadwalkan tayang, seperti Nussa The Movie, Keluarga Cemara 1, Tree in White/Selubung Kain Putih dan Seni Merayu Tuhan.

Pemutaran Depik Terakhir berlangsung gratis dan terbuka untuk umum. Masyarakat diimbau datang lebih awal karena kapasitas tempat duduk terbatas.

Jangan hanya melihat Danau Laut Tawar dari layar. Datang dan saksikan Depik Terakhir, karena sebuah cerita bisa mengubah cara kita memandang lingkungan.

Baca Juga