Camat Pandrah Panen Perdana Melon Golden, BUMDes Sulap Lahan Tidur Jadi Lahan Produktif

Ringkasan Berita:

  • BUMDes Jroeh Sabe mengembangkan sekitar 1,5 hektare lahan untuk tanaman melon.
  • Panen perdana diperkirakan menghasilkan sekitar 4 ton melon.
  • Sebagian lahan sebelumnya merupakan lahan kering dan tidur yang belum dimanfaatkan optimal.
  • BUMDes juga mengembangkan semangka nonbiji di lahan sekitar 2 rante.
  • Hasil panen ditampung AJM Agung Jaya Melon untuk dipasarkan di Bireuen dan luar daerah.

BIREUEN – Lahan yang sebelumnya kurang produktif di Gampong Alue Igueh, Kecamatan Pandrah, Bireuen, mulai menghasilkan. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jroeh Sabe memanen perdana tanaman melon yang dikembangkan melalui program ketahanan pangan Dana Desa 2025, Rabu (16/9/2026).

Camat Pandrah Juanda Abdullah, SE, MM, ikut turun langsung memanen melon Golden bersama pengelola BUMDes dan warga. Dari lahan yang dikembangkan sekitar 1,5 hektare, panen perdana diperkirakan menghasilkan sekitar 4 ton.

Sponsored

Juanda mengatakan pemanfaatan lahan tersebut menunjukkan bahwa aset desa dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Senang bisa turun langsung dan ikut memetik melon bersama masyarakat. Ini menunjukkan bahwa lahan desa dapat dikembangkan menjadi lahan produktif dan memberikan manfaat ekonomi,” ujar Juanda.

Ketua BUMDes Jroeh Sabe, Muhajir (22), mengatakan tanaman yang dikembangkan terdiri dari melon jenis Super Jumbo Bumer dan Golden. Untuk tahap awal, sekitar 6.000 meter persegi lahan digunakan khusus untuk tanaman melon.

Menurutnya, pengembangan pertanian sempat terkendala ketersediaan air. Melalui program ketahanan pangan, BUMDes mendapat dukungan pembangunan sumur bor manual dengan kedalaman sekitar 35 meter.

Ketersediaan air tersebut kemudian memungkinkan lahan yang sebelumnya kering dan belum dimanfaatkan secara optimal digunakan kembali untuk kegiatan pertanian.

Pengelola BUMDes juga mendapat pendampingan teknis dari Abi Iskandar, guru MIN Blang Blahdeh yang tergabung dalam tim teknis Kabupaten Bireuen bidang tanaman melon.

“Karena kami belum berpengalaman, kami mendapat pendampingan teknis. Jadi lebih mudah mengenali penyakit seperti daun keriting, buah pecah dan serangan hama,” kata Muhajir.

Selain melon, BUMDes Jroeh Sabe kini mengembangkan semangka nonbiji sekitar 2 rante. Tanaman tersebut masih berusia sekitar 30 hari.

Untuk pemasaran, hasil panen melon ditampung AJM Agung Jaya Melon yang selanjutnya memasarkannya ke pasar lokal Bireuen maupun luar daerah.

Keuchik Alue Igueh Heriyadi berharap dukungan terhadap pengembangan sarana pertanian, terutama pengairan, dapat terus ditingkatkan. Sebab, masih terdapat lahan di sekitar lokasi yang berpotensi dikembangkan.

“Masih ada lahan kosong yang bisa dimanfaatkan. Kami berharap dukungan untuk sumur bor dan sarana pertanian lainnya terus diberikan,” ujarnya.

Lokasi pertanian BUMDes tersebut juga berada berdekatan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sehingga ke depan kawasan itu berpeluang dikembangkan sebagai kawasan ekonomi produktif desa.

Pemanfaatan Dana Desa untuk ketahanan pangan memang diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi dan produk unggulan desa dengan melibatkan BUMDes. Panduan pemerintah juga mencantumkan melon sebagai salah satu komoditas yang dapat dikembangkan dalam program ketahanan pangan desa.

Panen perdana di Alue Igueh menjadi langkah awal BUMDes Jroeh Sabe dalam mengembangkan lahan desa menjadi sumber produksi, pendapatan dan lapangan kerja bagi masyarakat.

Reporter Muhammad Idris

Baca Juga