ACEH BARAT – Sebuah pemandangan menyejukkan terlihat di aliran Sungai Woyla, Aceh Barat. Air yang biasanya keruh dan berwarna pekat, kini jernih.
Hal itu terjadi karena tidak adanya aktivitas penambangan baik legal oleh perusahaan maupun illegal oleh masyarakat di hulu DAS Woyla.
Pemandangan menarik mat aitu dilaporkan oleh Koordinator Aliansi Masyarakat Penyelamat Krueng Woyla (AMPKW), Dwi Abdullah kepada ACEHSATU.com, Rabu 25 Maret 2026.
“Iya kita sangat senang melihat pemandangan ini, namun biasanya ini hanya sebentara saja, selama lebara karena tidak ada aktivitas penambangan di hulu dan di hilir,” kata Dwi Abdullah.
Dwi menambahkan, biasanya setiap lebaran sampai H+10, air Sungai akan jernih, karena semua aktiivitas penambangan berhenti selama libur lebaran.
“Ini manjadi bukti bahwa DAS Woyla masih bisa diselamatkan, jika saja tidak ada aktivitas pertambangan ke depannya,” kata Dwi Abdullah.
Dwi optimis DAS Woyla masih bisa diselamatkan. “Kami berharap masyarakat Wolya Bersatu padu mempertahankan kejernihan dan kemurnian air Sungai yang menjadi hajat kita semua,” sebut Dwi Abdullah.
Sebelumnya diberitakan, aktivitas pertambangan oleh PT Megallanic Garuda Kencana dan Koperasi Putra Putri Aceh (KPPA) di dalam di Krueng Woyla, Aceh Barat, telah menjadi isu kontroversial yang memicu protes masyarakat, perdebatan publik, dan pemerintah setempat.
Ketua DPRK Aceh Barat, Hj Siti Ramazan SE sudah melakukan kunjungan kerja ke lokasi dan didapati adanya aktivitas penambangan yang dilakukan oleh PT. Magellanic Garuda Kencana dan Koperasi Putra Putri Aceh (KPPA) di sepanjang aliran Krueng Woyla yang berdampak pada kerusakan lingkungan atau potensi bahaya bagi masyarakat. ***
