Hardikda Aceh ke-67 di Bireuen Tekankan Pendidikan Islami dan Kesiapsiagaan Bencana

BIREUEN — Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi, S.T., M.T., memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67 di Kabupaten Bireuen, Senin (7/9/2026).

Dalam amanat Gubernur Aceh yang dibacakannya, Razuardi menyampaikan bahwa pendidikan Aceh tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Sekolah juga harus mampu membentuk generasi yang berakhlak, mandiri, kreatif, mampu beradaptasi dan menguasai teknologi.

Sponsored

“Hardikda bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum ini menjadi ruang untuk melihat apa yang telah kita capai, apa yang masih perlu dibenahi dan bagaimana menyiapkan generasi yang akan melanjutkan pembangunan Aceh,” demikian amanat Gubernur Aceh.

Dengan tema “Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul, dan Bermartabat”, pemerintah menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan ilmu pengetahuan dengan iman, akhlak dan integritas.

Pendidikan Kebencanaan Jadi Perhatian

Selain kualitas pendidikan, pemerintah Aceh juga menyoroti kesiapan sekolah menghadapi bencana. Pengalaman menghadapi berbagai bencana menjadi pelajaran bahwa setiap satuan pendidikan perlu memiliki kesiapsiagaan yang baik.

Pendidikan kebencanaan diharapkan menjadi bagian dari budaya sekolah, termasuk dengan menyiapkan prosedur darurat untuk melindungi siswa, guru dan seluruh warga sekolah saat bencana terjadi.

Dalam amanat tersebut disebutkan, bencana telah berdampak pada 93 SMK dan 344 SMA di Aceh. Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk mempercepat revitalisasi, rehabilitasi dan pemulihan sarana pendidikan yang terdampak.

Upaya tersebut dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dan para siswa memiliki ruang belajar yang aman, nyaman dan layak.

Upacara Hardikda di Bireuen turut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Bireuen, para rektor perguruan tinggi, kepala sekolah, organisasi profesi pendidikan, Pramuka serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen. Rangkaian upacara berlangsung tertib hingga selesai sekitar pukul 09.00 WIB.

Peringatan Hardikda ke-67 di Bireuen menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa kemajuan pendidikan membutuhkan keterlibatan pemerintah, guru, orang tua, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan agar generasi Aceh tumbuh berilmu, berakhlak dan tangguh menghadapi berbagai tantangan.

Reporter Muhammad Idris

Baca Juga