Belum Pulih dari Banjir, Warga Buket Linteung Kini Dihantui Kebakaran

Ringkasan Berita:

  • Ancaman Baru Pascabanjir: Warga Dusun Teungoh yang belum pulih dari dampak banjir kini terancam bahaya kebakaran akibat tumpukan kayu besar sisa banjir yang mulai terbakar di area kebun dan lahan.
  • Kekhawatiran Masyarakat: Tumpukan kayu yang terbawa arus tersebut belum dibersihkan, sehingga memicu kecemasan warga akan terjadinya kebakaran hutan atau lahan yang lebih luas di pemukiman mereka.
  • Kritik terhadap Pemerintah: Ketua Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir, Marzuki A. Samad, menyayangkan lambatnya respons pemerintah dan dinas terkait dalam menangani material sisa banjir yang membahayakan tersebut.
  • Desakan Tindakan Nyata: Warga mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah konkret seperti pembersihan dan pengangkutan kayu agar tidak menambah beban penderitaan masyarakat yang sedang dalam masa pemulihan.

ACEH UTARA — Warga Dusun Teungoh Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, yang belum sepenuhnya pulih dari dampak banjir, kini kembali dihantui ancaman kebakaran akibat tumpukan kayu sisa banjir yang terbakar di wilayah tersebut.

Tumpukan kayu berukuran besar yang terbawa arus banjir dan tersangkut di sejumlah titik di desa itu dilaporkan sempat terbakar, sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Sponsored

Kondisi itu dinilai sangat berbahaya karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, terutama di area kebun dan lahan milik warga.

Berdasarkan amatan di lapangan, sisa-sisa kayu bawaan banjir masih menumpuk dalam jumlah besar. Selain merusak pemandangan lingkungan, keberadaan kayu tersebut kini berubah menjadi ancaman baru pascabanjir yang dinilai belum mendapat penanganan memadai.

Warga mengaku cemas karena hingga saat ini belum terlihat langkah cepat dan konkret untuk membersihkan maupun mengamankan lokasi dari potensi kebakaran susulan.

Di tengah kondisi masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabanjir, persoalan itu justru menambah beban baru.

Marzuki A Samad, Ketua Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh Utara menyayangkan belum adanya penanganan serius dari pemerintah maupun dinas terkait terhadap persoalan tersebut.

Ia menilai kondisi itu tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keselamatan warga dan potensi kerugian yang lebih besar.

“Warga belum pulih dari banjir, sekarang malah harus dihantui ancaman kebakaran. Ini sangat memprihatinkan. Kami menyesalkan sampai saat ini belum ada penanganan yang benar-benar serius dari pemerintah maupun dinas terkait,” tutur Marzuki,pada Minggu 29 Maret 2026.

Menurutnya, tumpukan kayu sisa banjir yang dibiarkan terlalu lama berpotensi menimbulkan persoalan berulang.

Selain rawan terbakar, material tersebut juga dinilai dapat mengganggu lingkungan serta memperparah kondisi pemulihan di wilayah terdampak.

Ia mendesak pemerintah daerah dan instansi teknis terkait agar segera turun tangan melakukan langkah nyata, mulai dari pembersihan lokasi, pengangkutan kayu, hingga penanganan menyeluruh agar ancaman kebakaran tidak terus membayangi warga.

“Jangan tunggu sampai api meluas atau menimbulkan kerugian yang lebih besar. Warga butuh tindakan nyata, bukan pembiaran,” tegasnya.

Warga berharap persoalan ini segera menjadi perhatian serius semua pihak.

Mereka meminta pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan pascabanjir secara administratif, tetapi juga benar-benar hadir menyelesaikan persoalan nyata yang masih dihadapi masyarakat di lapangan. ***

Baca Juga