80 Persen Anggota Mosi tak Percaya Ketua DPR Aceh

Ringkasan Berita:

  • Mosi Tak Percaya Massal: Sebanyak 67 dari 81 anggota DPRA menyatakan mosi tak percaya terhadap Ketua DPRA, Zulfadhli, termasuk 11 anggota dari internal partainya sendiri (Partai Aceh).
  • Gaya Kepemimpinan Bermasalah: Zulfadhli dinilai tidak menerapkan prinsip kolektif-kolegial dalam pengambilan kebijakan strategis dan dianggap otoriter dalam mengelola lembaga.
  • Penyalahgunaan Wewenang: Ia dituding menghambat perjalanan dinas anggota dewan melalui aturan baru (Pergub No. 3 Tahun 2025), yang dianggap sebagai bentuk pengekangan politik terhadap anggota yang berseberangan.
  • Sistem Administrasi Buruk: Kondisi administrasi DPRA dinilai bobrok sehingga mengganggu fungsi pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat, yang memicu sinyal pergantian jabatan dari pimpinan partai.

BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadhli alias Abang Samalanga dimosi tak percaya oleh 67 dari 81 anggota DPRA.

Bahkan, 11 anggota DPRA dari Partai Aceh—yang merupakan teman separtai dengan Zulfadli ikut menyatakan sikap menolak kepemimpinannya.

Sponsored

Informasi dihimpun ACEHSATU. Rabu 17 Maret 2026, mosi tak percaya anggota DPRA terhadap Ketua Zulfadhli karena akumulasi sejumlah persoalan sebelumnya.

Sejumlah anggota dewan menilai pola kepemimpinan Zulfadhli jauh dari prinsip kolektif-kolegial dalam pengambilan kebijakan strategis.

Mosi tak percaya ini juga karena Zulfadli menerapkan persetujuan dirinya sebagai Ketua DPRA dalam penerapan Pergub Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perjalanan Dinas.

“Banyak anggota DPRA yang berseberangan kepentingan politiknya merasa dikekang dalam penerapan perjalanan dinas,” sebut sumber di DPRA.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Aceh, Muzakkir Manaf kabarnya telah memberi sinyal pergantian Ketua DPR Aceh ini.

Namun, informasi tersebut belum terverifikasi.

Anggota DPRA dari Fraksi NasDem Martini menyebut, sistem administrasi DPR Aceh juga sangat bobrok.

“Ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pimpinan lembaga,” katanya.

Menurutnya, hal ini berdampak langsung pada fungsi pengawasan dan pelayanan anggota dewan kepada konstituen dan masyarakat secara umum.

Jika mosi ini berlanjut, Zulfadhli diprediksi bakal tergeser dengan dukungan mosi yang mencapai lebih dari 80 persen. ***

Baca Juga