BIREUEN – Pemerintah Gampong Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, memperkuat pencegahan stunting sejak masa kehamilan.
Langkah itu dibahas dalam Pra-Musrenbang Tematik Stunting di Meunasah Gampong Geulanggang Gampong, Rabu (23/9/2026). Meski belum ditemukan kasus stunting maupun gizi buruk, pemerintah gampong tidak ingin lengah.
Hingga Agustus 2026, tercatat 43 ibu hamil dan 22 ibu nifas yang menjadi sasaran pendampingan kesehatan. Pencegahan sejak kehamilan sejalan dengan pendekatan kesehatan yang menempatkan masa kehamilan sebagai fase penting dalam mencegah stunting.
Keuchik Geulanggang Gampong, Teuku Saifunna, mengatakan hasil rembug harus melahirkan program yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
“Jangan menunggu anak bermasalah baru kita bergerak. Pencegahan harus dimulai dari keluarga, dari masa kehamilan, dengan pola hidup sehat, makanan bergizi, pemeriksaan kesehatan dan imunisasi,” ujarnya.
Bidan Desa Nana Fitriani mengatakan Kelas Ibu Hamil kini diperkuat dan dilaksanakan setiap minggu ketiga setiap bulan. Materinya meliputi gizi, pemeriksaan kehamilan, persiapan persalinan, ASI, imunisasi dan pencegahan kehamilan berisiko.
Selain ibu hamil, cakupan imunisasi dasar lengkap yang baru sekitar 34 persen juga menjadi perhatian. Tenaga kesehatan dan kader terus melakukan edukasi kepada keluarga agar imunisasi bayi dan balita tidak terlewat.
Geulanggang Gampong terdiri dari empat dusun dengan sekitar 1.231 kepala keluarga. Pemerintah gampong melibatkan Puskesmas, kader Posyandu, KPM, TP-PKK, pendamping desa serta unsur lintas sektor dalam upaya pencegahan tersebut.
Bagi Geulanggang Gampong, tidak adanya kasus stunting saat ini bukan alasan untuk berhenti bergerak. Pencegahan dimulai dari ibu hamil, keluarga dan lingkungan gampong.
Koresponden Muhammad Idris