Pascavaksinasi Alami Shock Septik di Sukabumi Siswa SD Meninggal

Pascavaksinasi Alami Shock Septik di Sukabumi Siswa SD Meninggal. Muhammad Dalvin Alfian (11) salah seorang siswa kelas enam Madrasah Ibtidaiyah Citamiang, Sukabumi meninggal dunia setelah hampir sepekan disuntik vaksin COVID-19 jenis Sinovac.
Vaksinasi Pelajar Mandrasah Kementrian Agama Kabupaten Aceh Timur Mencapai 5,96 persen
Pascavaksinasi Alami Shock Septik di Sukabumi Siswa SD Meninggal. Muhammad Dalvin Alfian (11) salah seorang siswa kelas enam Madrasah Ibtidaiyah Citamiang, Sukabumi meninggal dunia setelah hampir sepekan disuntik vaksin COVID-19 jenis Sinovac.

ACEHSATU.COM | SUKABUMI – Pascavaksinasi Alami Shock Septik di Sukabumi Siswa SD Meninggal. Muhammad Dalvin Alfian (11) salah seorang siswa kelas enam Madrasah Ibtidaiyah Citamiang, Sukabumi meninggal dunia setelah hampir sepekan disuntik vaksin COVID-19 jenis Sinovac.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi menjelaskan, anak tersebut mengalami shock septik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Sukabumi, dr Rika Mutiara mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut dengan melakukan investigasi yang dipimpin langsung oleh Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) dan pakar spesialis anak.

“Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan, didapati kesimpulan bahwa penyebab kematian anak adalah syok septik akibat sepsis yang diderita anak,” kata Rika dalam keterangannya, Sabtu (22/1/2022).

Baca Juga: Siswa SD di Pekanbaru Pingsan Sebelum Divaksin Usai Dikunjungi Mendagri Tito Karnavian 

Dia menjelaskan, sepsis adalah kondisi dimana kuman sudah menyebar ke seluruh tubuh dan kemudian merusak organ serta sistem yang ada dalam tubuh seseorang. Adapun penyebab sepsis pada anak, kata dia, adalah diare.

Rika meminta masyarakat agar tetap tenang dan sama-sama berupaya agar terhindar dari COVID-19.

“Sehingga dapat disimpulkan bahwa syok septik yang diderita almarhum bukan karena imunisasi tetapi koinsiden. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu atau kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pungkasnya.

Baca Juga : Kasus COVID-19 di Indonesia meningkat, Muhaimin Desak Kemenkes Evaluasi Distribusi Vaksin 

Seperti diketahui, siswa MI yang meninggal dunia tersebut sebelumnya mengikuti vaksinasi di sekolahnya pada Sabtu (15/1) lalu.

Selama proses screening, Rika mengatakan, vaksinator sudah melakukan sesuai SOP yang berlaku. Dalam hasil screening tidak ditemukan adanya kendala dan masalah kesehatan, sehingga siswa tersebut layak untuk mendapatka vaksinasi COVID-19.

Sekolah Dasar Kabupaten Bireuen Laksanakan Rapat dengan Wali Murid

Beberapa hari yang lalu Pihak Sekolah yang berada di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen Khusus nya wilayah Kecamatan Juli sedang melaksanakan rapat serentak dengan wali murid.

Dalam pelaksanaan Rapat vaksinasi ini juga ikut hadir Komite Sekolah serta Seluruh Wali Murid dari Kelas 1 sampai dengan kelas 6