Janji Jokowi

Ringkasan Berita:

  • Aksi Nekat Petani di Penas KTNA XV: Abdul Hafiq, seorang petani asal Bantaeng, nekat menerobos pengamanan Paspampres demi naik ke panggung bersama Presiden Jokowi di Banda Aceh untuk menuntut keadilan sosial sesuai sila kelima Pancasila.
  • Komitmen Pembangunan Pertanian: Sektor pertanian merupakan fokus utama pemerintahan Jokowi-JK melalui agenda Nawacita, yang bertujuan mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta nelayan.
  • Kendala Sektor Pertanian: Meski menjadi prioritas, petani masih menghadapi masalah klasik seperti harga pupuk dan benih yang mahal, rantai distribusi yang panjang, kebijakan impor yang merugikan, serta gangguan dari mafia komoditas.
  • Simbol Harapan Rakyat: Kehadiran Abdul Hafiq mewakili jutaan petani dan nelayan Indonesia yang masih merasa termarjinalkan dan menanti realisasi janji pemerintah dalam memberikan keadilan ekonomi yang nyata.

“Ini sesuai dengan Pancasila sila kelima Pak Presiden, Keadilan Bagi seluruh rakyat Indonesia, kalau saya tidak bisa kesini, itu namanya tidak adil,” ujar Abdul Hafiq, (45).

Meski Presiden hanya memberi kesempatan kepada tiga petani untuk naik ke atas panggung, tidak membuat langkah petani peserta Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XV asal Kabupaten Bantaeng, Sulawesi  Selatan itu, surut.

Sponsored

Ia tetap nekat untuk berada satu panggung dengan Presiden.

Sekalipun harus berhadapan dengan pasukan pengamanan presiden (Paspampres) pada saat pembukaan Penas KTNA XV yang berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada Sabtu (6/5), lalu.

Jawaban yang disampaikan Abdul Hafiq ketika di tanya presiden mengapa ngotot untuk naik ke atas cukup menggelitik sekaligus menggugah.

Di negeri ini, “Keadilan sosial” tampaknya memang lebih sering ditasbihkan sebagai sebuah slogan daripada realita.

Dalam konteks pertanian dan perikanan, sebagai profesi yang telah menopang hajat hidup orang banyak, petani dan nelayan seperti masih dikebiri di negerinya sendiri.

Negara seolah belum mampu hadir guna menjamin kelayakan hidup bagi mereka.

Pembangunan sektor pertanian sesungguhnya menjadi satu tujuan utama pemerintahan Jokowi-JK dan masuk dalam Agenda Nawacita.

Upaya itu dilakukan dengan menitikberatkan pada upaya mewujudkan Kedaulatan pangan dan mensejahterahkan petani.

Namun, hingga hari ini, pembangunan sektor pertanian masih dihadapkan pada sejumlah persoalan.

Harga pupuk dan benih yang mahal, panjangnya jalur distribusi, impor komoditas yang tidak tidak berpihak kepada petani lokal, hingga kemunculan “mafia” terhadap sejumlah komoditas pertanian membuat kehidupan tani dan nelayan masih termarjinalkan.

Keberhasilan Jokowi dalam mewujudkan janji pembangunan sektor pertanian tentunya menjadi pertaruhan bagi nasib seluruh masyarakat yang menggantungkan harapannya pada sektor pertanian dan perikanan.

Abdul Hafiq hanyalah satu dari jutaan manusia Indonesia yang menggantungkan nasibnya pada apa yang kita sebut sebagai sektor pertanian.

Dan ia hadir, di antara 35.000 peserta Penas KTNA XV, untuk menuntut sebuah “keadilan sosial”. ***

Baca Juga