Bahaya Trump

ACEHSATU.COM  – 3 Januari 2020, di sebuah malam di dekat Bandar Udara Internasional Baghdad, Kota Baghdad, Irak, Qasem Soleimani, ahli strategi perang Iran dibunuh.

Serangan udara menghujam tubuhnya. Ia tewas mengenaskan. identifiasi dirinya dikenali melalui cincin yang melingkar dijarinya. Kematian Soleimani bersama enam pengawalnya menjadi sorotan dunia.

Soleimani adalah komandan pasukan elite Al Quds. Dilahirkan di Kota Qom, 1957.

Setelah revolusi Islam yang menjatuhkan rezim Reza Pahlevi, pada 1980 Qasem bergabung pada pasukan Garda Revolusi Iran  pada awal 1980.

Pada 2011, ia diangkat menjadi Jenderal Pasukan Garda Revolusi Iran. Pengaruhnya semakin kuat di Suriah dan Irak.

Bagi Trump, sosok Jenderal kharismatik ini mengganggu kepentingan Amerika Serikat. Tidak hanya di Irak, tapi juga di timur tengah.

Karena itu, kematiannya patut diapresiasi sebagai tindakan pencegahan serangan Iran terhadap Amerika,  yang bagi Trump, bisa saja terjadi.

Pascaserangan, Trump memposting bendera Paman Sam di laman twiternya. Seolah ingin menunjukan semangat patriotisme. Namun, apa yang ditunjukan Trump justru ditanggapi dengan sinis oleh masyarakat dunia.

Amerika di bawah Trump, tidak hanya menjadikan dunia lebih sempit, tetapi juga berbahaya. (*)