Kisah Inspiratif Sri Sukma Wulandari, ‘Sekali Berbagi Selamanya menginspirasi’

FB: Sri Sukma Wulandari IG: @srisukmawulandari_

Bismillahirrahmanirrahim… Assalamua’laikum Wr.Wb.

Perkenalkan nama saya Sri Sukma Wulandari Ketua Umum Lembaga Aceh Mengajar, sekaligus mahasiswi aktif Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah).

Saya ingin berbagi cerita perjalanan saya menjadi seorang relawan. Relawan adalah kegiatan yang sangat mulia, kegiatan yang mana setiap orang melakukan dengan tulus tanpa mengharap imbalan apapun.

Perjalanan saya menjadi relawan dimulai pada saat saya duduk dibangku kuliah semester lima, disinilah perjalanan relawan saya dimulai dengan mendirikan sebuah lembaga pendidikan di Provinsi Aceh.

Lembaga tersebut yakni Lembaga Aceh Mengajar bersama 7 founder dari mahasiswa/i dari Aceh dan Sumatera Utara dengan tujuan saya dan para founder saat itu mendirikan lembaga ini yakni ingin menumbuh kembangkan dan memajukan pendidikan anak-anak di wilayah Provinsi Aceh.

Saya sendiri termasuk putri daerah dari Aceh, melihat perkembangan pendidikan saat itu sangatlah memprihatinkan.

Maka dari itu saya dan team berinisiatif membentuk lembaga tersebut dengan modal YAKIN ,NIAT, TULUS dari hati bahwa saya percaya Lembaga Aceh Mengajar akan menjadi wadah yang selamanya terus berbagi dalam hal apapun, kapanpun, dimanapun dan menginspirasi semua orang terkhsuusnya untuk kemajuan pendidikan anak-anak diwilayah Provinsi Aceh.

Mendirikan sebuah lembaga kerelawanan bukanlah suatu hal yang mudah bagi saya, saya sendiri banyak sekali mengalami berbagai ujian dan cobaan mendirikan Lembaga ini yang kita mulai dari Nol tanpa Modal dana dan bantuan sedikitpun.

Tapi itu semua tidak pernah menyurutkan keinginan besar saya, saya selalu yakin disetiap kebaikan yang kita lakukan Allah SWT akan mendatangkan kebaikan itu untuk kita.

Proses demi proses saya lewati Alhamdulillah tiga tahun Lembaga Aceh Mengajar sudah berdiri dan dipercaya oleh Masyarakat Aceh maupun Luar Aceh.

Di Aceh Mengajar saya terjun langsung menjadi Relawan mengabdikan diri saya untuk masyarakat disalah satu desa yaitu Desa Lubuk Damar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Setelah menjadi relawan, Alhamdulillah disitu saya benar-benar merasakan arti perjuangan kehidupan yang sebenarnya.

Selama pengabdian saya melihat ternyata masyarakat dan anak-anak khsususnya mereka sangat membutuhkan perhatian dan kepedulian dari kita, dan yang buat saya sangat salut saat itu adalah senyuman dan kebahagiaan mereka yang selalu bersyukur menjalani kehidupan sesulit apapun itu.

Senyuman anak-anak disana yang membuat saya menangis, mereka yang menjalani kehidupan seperti itu masih bisa selalu tersenyum dan menikmati setiap apapun yang mereka lewati.

Tetapi, kita yang saat ini kehidupan yang sangat layak masih merasa kekurangan.

Setelah saya melewati berbagai tahap dan proses menjadi relawan Lembaga Aceh Mengajar, pada akhir tahun 2018 saya dipercaya menjadi Sekretaris Umum Aceh Mengajar sekaligus merangkap mnejadi Team Project Adminitrasi Bacth 2 yang mana pada saat itu kita mnegalami kekurangan anggota.

Hingga pada awal tahun 2020 saya diberikan amanah menjadi Ketua Umum Lembaga Aceh Mengajar, suatu hadiah yang sangat berharga dalam hidup saya karena saya memulai ini semua dari nol dari saya tidak pernah memiliki ilmu tentang dunia relawan.

Pengalaman di dunia relawan hingga saya memilih bergabung dan memulainya dari awal.

Dari Lembaga Aceh Mengajar inilah saya terus belajar dan melangkah untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan kerelawanan baik itu kegiatan Pendidikan, Sosial, Agama maupun Kegiataan Bencana Kemanusiaan.

Selama masa pandemi kegiatan relawan aceh mengajar tetap berjalan, sempat mengalami hambatan dan kendala tertunda beberapa bulan dikarenakan saat itu dibeberapa wilayah provinsi aceh mnegalami zona merah, namun diawal tahun 2020 saya bersama team kembali menerjunkan relawan untuk melakukan pengabdian didesa-desa, yang mana pada saat itu dibeberapa wilayah desa mengalami bencana banjir

Tetapi tidak menyurutkan niat kami untuk terus mengabdi kemasyarakat khususnya dimas pandemic saat ini anak-anak sangat membutuhkan kepedulian pendidikan dari kita.

Pada tahun 2020 Indonesia mengalami masa pandemic yang sangat luar biasa, dan saat itu pula saya bersama team relawan melakukan kegiatan pertama kalinya bergabung bersama 30 komunitas di Aceh Tamiang dalam rangka

“Gerakan 1000 tangan Peduli Covid19 Aceh Tamiang”,

Saat itu saya melakukan kegiatan membagi masker, memberikan donasi sembako untuk para korban Covid19, dan melakukan penyemprotan disinfectan.

Waktu terus berjalan lagi-lagi tidak menyurutkan niat dan keingan hati saya untuk terus melakukan kegiatan Kerelawanan.

Di akhir tahun 2020 saya kembali membentuk Kegiatan Kemanusiaan yaitu

“Ulur Tangan Komunitas Aceh Tamiang peduli Adik Raisa”

Kegiataan kemanusiaan untuk pertama kalinya saya dan team berhasil mengumpulkan dana untuk pengobatan Adik Raisa berumur 9 bulan yang terkena sakit Usus terbelit, total dana terkumpul sebesar Rp. 22.000.000.

Pada pertengahan tahun 2021 kita kembali dikabarkan dengan berita yang sangat memprihatinkan tentang keluarga kita di Palestina disinilah jiwa relawan saya kembali berkibar, saya bersama team volunteer akhirat kembali melakukan kegiatan Palestina yang bekerjasama saat itu dengan ACT dalam kegiatan

“Satu Juta koin 1000 untuk Palestina”

Dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 208.100.000, dana ini terkumpul khusus dari Masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang untuk Keluarga kita di Palestina.

Perjalanan menjadi relawan dimasa pandemic tidak pernah menyurutkan diri saya untuk terus melakukan kebaikan yang dapat memberikan manfat untuk orang banyak,

Dimasa pandemik ini juga saya terus mengajak teman-teman relawan untuk jangan pernah kita menyerah dalam setiap melakukan kebaikan apapun itu, jangan pernah takut untuk tidak mendapatkan balasan apapun itu, karena kita adalah relawan, kita tidak digaji seperti karyawan, tapi satu hal yang harus kita tau, kita Relawan dan kita Tidak Ternilai oleh apapun itu, itulah sangat berharganya menjadi seorang Relawan.

Pada September tahun 2022 saya kembali mencoba inovasi baru menjadi relawan lingkungan dengan melakukan aksi bersih sampah dalam kegiatan Word Clean Up Day Indonesia (Hari Bersih Sedunia), kegiatan ini bukan hanya melibatkan instansi pemerintah, relawan, melainkan kegiatan ini kita mengajak sekolah-sekolah untuk megirimkan anak muridnya terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.

Adapun kegiatan yang kita lakukan secara serentak pembersihan sampah dititik lokasi kota kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang.

Selain pembersihan sampah, kita juga melakukan pemilahan sampah. Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk memberikan edukasi bersih lingkungan dari sampah dan ingin mengajak seluruh elemen masyarakat.

Anak-anak akan peduli lingkungan yang bersih dari sampah.

Sering saya mendapatkan pertanyaan dari teman bahkan orang-orang disekitar saya, Apa yang menjadi motivasi wulan sangat bersemangat menjadi seorang relawan? sedangkan wulan sendiri berkuliah dijurusan hukum dan yang kita tau relawan itu tidak ada digaji dan dibayar sedikitpun.

Dan yang menjadi motivasi saya bersemangat menjadi seorang relawan adalah Cinta Pertama Hidup saya yaitu Ayah saya yang kebetulan bekerja disebuah Instansi Dinas Sosial yang bergerak dalam kegiatan kemanusiaan.

Saya pernah bertanya sama ayah apa yang membuat ayah bertahan dan semangat menjalani pekerjaan ini sedangkan diluar sana banyak yang menawarkan ayah pekerjaan yang lebih nyaman, lalu ayah saya menjawab

“Ayah ingin bekerja sambil membantu orang banyak, ayah ingin dengan apa yang ayah kerjakan bisa dapat bermanfaat untuk semua orang, dan ayah ingin pekerjaan ayah bukan hanya manfaat didunia yang ayah dapatkan, tetapi manfaat untuk bekal ayah diakhirat juga ayah ingin dapatkan, sebagai tabungan amal ayah”.

Masya Allah jawaban inilah yang sampai saat ini menjadi dorongan motivasi dalam diri saya untuk terus bersemangat melakukan kebaikan tanpa mengharap imbalan apapun itu.

Karena saya selalu percaya setiap niat kebaikan yang kita lakukan, akan mendatangkan kebaikan dalam diri kita. Menjadi Relawan ada rasa kebahagiaan tersendiri dalam hidup saya.

Menjadi seorang relawan juga membuat kita merasakan bahwa diri kita jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya, dengan kita selalu dapat bermanfaat bagi banyak orang kita akan merasa bahagia, dengan kemapuan kita dan selalu bersyukur. Begitulah menjadi relawan banyak membantu dan bermanfaat bagi semua orang.

Sebagai Closing Statement yang ingin saya sampaikan untuk dapat memotivasi kita semua adalah “Jangan pernah Tanyakan tentang apa yang sudah kita lakukan didalamnya, tapi coba tanamkan dan tanyakan dalam diri kita apa yang selama ini sudah kita berikan untuk mereka.

Relawan Sejati dia yang selalu siap aksi, mengabdi dan berbagi. Relawan tidak dibayar bukan karena tidak bernilai, tetapi karena sangat berharganya mereka, maka mereka tidak dapat ternilai oleh apapun. Sekali Mengabdi Selamanya Menginspirasi.”