https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik

Jusnaini Hasni
Foto: Dosen UTU, Jusnaini Hasni (Foto: UTU Meulaboh)
"Cerita tersebut kita sampaikan dalam bahasa sederhana yang mudah dimengerti anak-anak," kata Jusnaini Hasni, di Banda Aceh, Minggu.

ACEHSATU.COM, BANDA ACEH – Akademisi Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh Aceh Barat, Jusnaini Hasni melestarikan bahasa daerah Gayo dengan membuat dua cerita anak, karya tersebut telah ditetapkan menjadi pemenang sayembara oleh Balai Bahasa Provinsi Aceh (BBPA).

“Cerita tersebut kita sampaikan dalam bahasa sederhana yang mudah dimengerti anak-anak,” kata Jusnaini Hasni, di Banda Aceh, Minggu.

Pengumuman pemenang tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 0424/I5.1/BS.02.01/2024 tanggal 23 April 2024 tentang Pemenang Sayembara Penyusunan dan Penerjemahan Cerita Anak dari Bahasa Daerah ke Bahasa Indonesia, Balai Bahasa Provinsi Aceh 2024.

Dalam pengumuman tersebut, terdapat dua naskah Jusnaini yang terpilih dengan kategori B. Pertama berjudul ‘Lepatni Belangi’ yang mengisahkan tentang lepat makanan khas Gayo yang mengandung berbagai nutrisi.

“Cerita itu, awalnya ditulis dalam bahasa Gayo kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia,” ujarnya

Sementara naskah kedua yang menang tersebut berjudul ‘Mungoro’. Menceritakan tentang budaya membajak sawah dengan kerbau yang saat ini sudah berganti dengan traktor berkat kemajuan zaman.

Jusnaini mengaku senang menjadi salah satu pemenang sayembara tersebut. Dosen asal Gayo Lues itu berharap karyanya itu dapat berkontribusi untuk menjaga dan melestarikan bahasa daerah.

“Terutama bagi kalangan anak-anak yang sudah banyak terkikis kemampuan bahasa daerahnya,” katanya.

Dalam kesempatan ini, dirinya menuturkan bahwa untuk selanjutnya naskah yang terpilih itu bakal kembali dilakukan penyuntingan bersama Balai Bahasa Provinsi Aceh secara bertahap.

“Kami juga sudah dihubungi oleh pihak balai bahasa mengenai taklimat penyuntingan naskah. Semoga proses ini berjalan lancar hingga naskah dapat dicetak,” demikian dosen Bahasa Inggris Prodi Manajemen UTU itu. ***

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik