Harga Emping Melinjo di Pidie Tembus Rp 100.000 per Kg

Lazimnya, harga emping juga mahal, ketika sedang musim tanam padi. Saat tersebut, para ibu rumah tangga sibuk di sawah sehingga pekerjaan mengolah emping terpaksa ditunda atau hanya dikerjakan oleh anggota keluarganya.
emping
Seorang pedagang emping melinjo di Keude Beureunuen, Pidie, sedang melaytani pembeli/Abdullah Gani

ACEHSATU.COM | PIDIE JAYA – Harga Emping Melinjo di Pidie Tembus Rp 100.000 per Kg.

Sudah hampir sebulan harga emping melinjo (kerupuek mulieng – red) di Pasar Beureunuen Ibukota Kecamatan Mutiara, Pidie, melonjak.

Jika sebelumnya, emping berkualitas nomor satu dijual Rp 75.000- 85.000/kg, kini naik menjadi Rp 95.000 hingga Rp 100.000/kg.

Menyusul melonjaknya harga, selain pembelian eceran berkurang permintaan ke luar daerah pun terbatas. 

Emping berkualitas nomor dua rata-rata Rp 85.000/kg. Kenaikan harga emping, kata H Dahlan, salah seorang pedagang di Keude Beureunuen, kepada ACEHSATU, Senin (23/5).

karena belakangan ini memang kebanyakan tanaman baik di Pidie maupun Pidie Jaya sedang tidak menghasilkan buah. Kalau pun ada relatif sedikit dan harga biji melinjo mencapai Rp 46.000-47.000 per-bambu.

Lazimnya, harga emping juga mahal, ketika sedang musim tanam padi. Saat tersebut, para ibu rumah tangga sibuk di sawah sehingga pekerjaan mengolah emping terpaksa ditunda atau hanya dikerjakan oleh anggota keluarganya.

Beberapa pedagang emping melinjo lainnya di Beureunuen yang ditanya terpisah juga mengaku harga emping melonjak. Harga sama juga dibenarkan pedagang di Meureudu.  

“Harga emping kini sudah hampir dua pekan naik bang,” kata Nur, seorang pedagang di Keude Meureudu. Emping yang dijual di Meureudu, lanjut Nur, selain didatangkan dari Beureunuen, sebagian memang produk para ibu ruamh tangga Pidie Jaya.

Umumnya, Meureudu, Meurahdua serta Ulim. Hanya saja, emping produksi IRT dari sejumlah kampung di Pijay relatif sedikit atau hanya 5-10 kg/orang.

Salah seorang pedagang atau muge keliling biji melinjo yang ditemui di Pidie Jaya mengaku, ia setiap hari berangkat dari Beureunuen keluar masuk kampung di Pidie Jaya membeli biji melinjo.

Diakui, kualitas emping yang bijinya asal Pijay agak lebih bagus dibandingkan biji asal Pidie. “Diakui atau tidak, emping yang bijinya dari Pijay getahnya agak lebih bagus,” kata sang muge tadi.