YARA Minta Ingup Moratorium Pembatasan Penjualan Getah Pinus ke Luar Aceh Dicabut

“Ingub ini sudah dua tahun berjalan, tanpa ada laporan evaluasi dalam penerapannnya tentang pemenuhuan kebutuhan industri di Aceh dan dua tahun saya rasa sudah mencukupi untuk kebutuhgan industri di Aceh,"
Safaruddin ketua komasa
Safaruddin ketua komasa

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) memita Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki agar moratorium pembatasan penjualan getah pinus keluar Aceh dicabut.

Seperti diketahui moratorium Penjualan Getah Pinus dulunya dikeluarkan untuk meningkatkan nilai tambah dalam penjualan getah pinus yang ada di wilayah Aceh, dengan penyerapan tenaga kerja dan manfaat ekonomi sosial dari getah pinus.

Namun kini, YARA mendapat banyak pengaduan dari masyarakat Aceh Tengah jika moratorium itu malah telah menyulitkan dan merugikan masyarakat setempat.

Sebagaimana yang disampaikan masyarakat Aceh Tengah kepada Ketua YARA Safaruddin di Kantor PWI Aceh Tengah di Takengon.

“Saya mendapat banyak keluhan dari masyarakat di Aceh Tengah tentang permainan harga getah pinus, sehingga masyarakat merasa dirugikan, harga yang dibeli di Aceh lebih murah dengan yang di Sumatera Utara,” kata Safar, Senin (21/11/2022).

Kondisi ini, ungkap Safar, telah menimbulkan kerugian bagi masyaraka. Belum lagi, tentang pemotongan lainnya ketika dalam penjualan.

Pada tahun 2020, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 3/INSTR/2020 tentang moratorium penjualan getah pinus ke luar wilayah Aceh yang ditujukan.

Ingub ini berlaku sejak 1 April 2020 sampai dengan kebutuhan industri pengolah getah pinus dalam wilayah Aceh terpenuhi.

“Ingub ini sudah dua tahun berjalan, tanpa ada laporan evaluasi dalam penerapannnya tentang pemenuhuan kebutuhan industri di Aceh dan dua tahun saya rasa sudah mencukupi untuk kebutuhgan industri di Aceh,” ujar Safar.

“Jangan karena adanya Ingub ini, kemudian terjadi monopoli harga yang merugikan masyarakat petani getah pinus dan ini yang disampaikan ke kami saat ini,” tambah safar.

Untuk itu, YARA meminta Pj Gubernur Aceh agar mencabut Ingub ini agar harga getah pinus lebih kompetitif dan petani sejahtera.