Seremonial

WWF Gelar Pelatihan Jurnalis Investigasi tentang Kejahatan Lingkungan

Pelatihan ini diikuti oleh Aktivisi lingkungan dan wartawan dari media online maupun media cetak yang berasal dari beberapa Kabupaten Kota di Aceh.

Foto | Fajri

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Organisasi internasional  non-pemerintah yang menangani masalah konservasi, penelitian, dan restorasi lingkungan World Wide Fund for Nature (WWF) mengelar pelatihan Investigasi Jurnalistik tentang kejahatan kehutanan dan lingkungan.

Pelatihan ini diikuti oleh Aktivisi lingkungan dan wartawan dari media online maupun media cetak  yang berasal dari beberapa Kabupaten Kota di Aceh.

Acara dilangsungkan di Hotel The Pade Hote Banda Aceh selama tiga hari mulai 21 s.d. 23 November 2017.

Pemateri yang dihadirkan WWF dalam pelatihan ini Redaktur Investigasi Majalah Tempo Mustafa Silalahi (Moses), Kokoh Julianto, Investigator WWF Indonesia di Eyes on Forest  di Riau.

Dalam kesempatan Moses menyampaikan pengantar Jurnalisme Investigasi, Perencanaan Liputan Investigasi. Dikatakan Moses dalam peliputan Investigasi membutuhkan waktu yang lama dan perlu perencanaan yang matang sebelum memulai liputan investigasi.

“Terdapat perbedaan berita Strainews dengan berita Investigasi. Berita Investigasi membutuhkan pembuktian sedangkan berita hanya sebuah berita peristiwa,” kata Moses pada Rabu, (22/11/2017).

Sementara itu Kokoh Julianto menyampaikan pengalamannya dalam investigasi perambahan hutan di Provinsi Riau yang melibatkan bupati maupun gubernur Riau. Kokoh menyampaikan dalam investigasi perambahan hutan di Riau dirinya membutuhkan waktu yang  lama serta mendapatkan tantangan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top