Wow! Polisi Aceh yang Viral Saat Pemilu Nikahi Adik Ipar dengan Mahar 100 Mayam Emas dan Uang Tunai Rp 100 Juta

ACEHSATU.COM | ACEH UTARA  РPernikahan Brigadir TM Saputra dengan adik kandung mendiang istrinya (adik ipar) viral di media sosial.

Putra menikahi Maya Karmila (29) dengan mahar fantastis, yaitu 100 mayam emas serta uang tunai Rp 100 juta.

Di Aceh, mahar menggunakan hitungan mayam. Satu mayam ukuran 3,3 gram emas dengan harga berkisar Rp 2,2-2,3 juta per mayam. Jadi total maharnya mencapai Rp 300 juta lebih. Pernikahan keduanya digelar di rumah mempelai wanita di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

Putra mengaku sengaja membawa maskawin dalam jumlah besar untuk memuliakan sang istri. Selama ini Maya-lah yang menjaga anaknya sejak istri pertamanya meninggal dunia.

“Selama ini Maya menjaga anak saya dengan baik dan saya membalasnya. Dia memuliakan anak-anak saya dan saya memuliakan dia pula,” kata Putra kepada wartawan, Jumat (21/2/2020).

Polisi di Aceh yang sempat viral saat Pemilu 2019 menikahi adik iparnya dengan mahar fantastis sebagai balas budi. (dok Humas Polres Aceh Utara)

Putra mengaku besaran mahar yang dia bawa dalam akad nikah pada Rabu (20/2) kemarin bukan permintaan istri. Jumlah itu juga bukan permintaan keluarga Maya.

“Jumlah yang demikian bagi saya bukan sekadar mahar, namun sebagai ungkapan terima kasih karena selama 3 tahun 4 bulan ini dialah orang yang menjaga dan merawat Teuku dan Pocut adalah Maya,” sebut Putra.

Seperti diketahui, Brigadir T M Saputra pernah viral karena memomong anak saat menjaga kotak suara pada Pemilu 2019. Putra harus melakukan 2 hal tersebut karena istrinya telah meninggal dunia.

Putra mengungkapkan foto dan video itu diambil saat dirinya tengah bertugas mengawal rekapitulasi suara di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara.

Tangkapan layar foto dan video Brigadir TM Saputra tengah menjaga kotak suara Pemilu 2019 sambil memomong anak.

Putra pun mengaku memiliki dua anak. Anak pertama seorang laki-laki berusia 7 tahun dan anak kedua seorang perempuan berusia 2,5 tahun. Sang istri meninggal dunia 28 hari setelah melahirkan putri bungsunya.

“Istri saya telah meninggal dunia 2 setengah tahun lalu. Almarhumah meninggal setelah 28 hari pasca-melahirkan putri kami. Almarhumah pendarahan. Sekarang, mereka saya asuh. Untuk anak lelaki, saya yang urus, sementara yang perempuan bersama dengan mertua,” kata Putra saat dikonfirmasi, Kamis (25/4/2019). (*)