WH Langsa Amankan Lima Remaja di Bawah Umur, Diduga Gelar Pesta Seks

Polisi syariat atau disebut Wilayatul Hisbah (WH) Dinas Syarat Islam mengamankan lima remaja yang diduga lakukan melakukan pelanggaran syariat Islam.
Ilustrasi.

ACEHSATU.COM |  LANGSA – Polisi syariat atau disebut Wilayatul Hisbah (WH) Dinas Syarat Islam mengamankan lima remaja yang diduga lakukan melakukan pelanggaran syariat Islam.

Tiga diantaranya merupakan warga Kabupaten Aceh Timur, dua warga Langsa.

Kelima remaja masih berstatus pelajar yaitu tiga wanita dan dua lelaki tersebut sebelumnya digrebek warga di salah satu rumah di dusun Perumnas Gampong Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro, Pemko Langsa.

Mereka diduga melakukan sedang melakukan pesta seks alias perbuatan khalwat yang melanggar hukum syariat Islam.

Kejadian itu terjadi pada Selasa (18/08/2020) sekira pukul 18.30 WIB.

Foto ilustrasi.

Kadis Syariat Islam Kota Kangsa H. Aji Asmanuddin, S.Ag.MA melalui Danton WH, Hery pada ACEHSATU.COM, Kamis (20/8/2020) mengatakan, pihaknya menerima terduga pelanggar syariat Isam yang diserahkan oleh warga.

Ia mengatakan, setelah penggrebekan dilakukan oleh warga dan perangkat dusun setempat, kemudian berlangsung musyawarah  antara warga, perangkat dan orang tua terduga pelaku pelanggaran syariat tersebut.

"Namun dikarenakan tidak ada titik temu, pada pukul 24.00 warga menyerahkan ke pihak Dinas Syariat Islam," paparnya.

Kelima terduga pelanggaran Syariat Inisial RP (17) warga dusun Bukit Gampong PB Seuleumak Kecamatan Langsa Baro.

DP (17) alamat Perumnas Gampong PB.Seuleumak.

MS (19) dan SA (17) Alamat Gampong Birem Kecamatan Birem Bayeun Aceh Timur dan R (16) warga Gampong Rantau Panjang Bayeun Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur.

Diterangkan Hery, setelah dilakukan pemeriksaan awal selanjutnya pihak DSI melakukan koordinasi dengan pihak Polres Kota Langsa.

Kemudian pihak DSI Langsa memanggil pihak perangkat gampong, keuchik dan orang tua masing pelanggar syariat tersebut

"Karena mereka (terduga peanggar syariat) dan usia masih dibawah umur, kita serahkan kepada masing orang tua dan perangkat untuk dilakukan pembinaan, setelah sebelumnya menandatangani surat pernyataan" pungkas Hery. (*)