WH “Berkah” Penjual Nasi Disiang Hari Ramadhan

”Diberkahnya” penjual nasi disiang hari ramadhan itu berdasarkan informasi warga yang resah dengan aktifitas pelaku yang nekad menjual nasi disiang hari puasa" Kabid Penegakan Syariat Islam, Syahrir Pua Lapu
Satpol PP/WH amankan seorang pedagang yang nekad jual nasi disiang hari ramadhan. Senin (26/4/2021) acehsatu.com/dok WH

WH “Berkah” Penjual Nasi Disiang Hari Ramadhan

ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG – Petugas Satpol PP/WH Aceh Tamiang “berkah“ atau mengamankan seorang penjual nasi di siang hari ramadhan di Desa Alur Cucur, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, Kemarin.

Ibu rumah tangga penjual nasi berinisial SN itu diberi sanksi berupa pembinaan selama lima hari di Mako Satpol PP/WH Kebun Tanah Terban, Karang Baru.  

Kasatpol PP/WH Aceh Tamiang, Asmai melalui Kabid Penegakan Syariat Islam, Syahrir Pua Lapu kepada Acehsatu.com, Selasa (27/4/2021) mengatakan, ”diberkahnya” penjual nasi disiang hari ramadhan itu berdasarkan informasi warga yang resah dengan aktifitas pelaku yang nekad menjual nasi disiang hari puasa.

Mendapat informasi tersebut pihaknya lanjut Syahrir, langsung menurunkan petugas ke lokasi kedai tersebut untuk memastikan kebenaran informasi itu. Sesampainya di lokasi ternyata benar, ada pedagang yang jual nasi disiang hari ramadhan.

Satpol PP/WH amankan seorang pedagang yang nekad jual nasi disiang hari ramadhan. Senin (26/4/2021) acehsatu.com/dok WH

Petugas pun langsung menggrebek kedai  jual nasi tersebut, saat digrebek di dalam warung nasi itu ada dua wanita yang diduga pekerja, beberapa saat kemudian datang pemilk warung  dan langusng diamankan petugas.

Baca :Nekat Jual Nasi Siang di Bulan Puasa, Seorang Wanita di Aceh Ditangkap Polisi Syariah, Diduga Dibeking Preman

Baca :Lima Penjual Chip Game Online di Banda Aceh Ditangkap

Kepada penyidika pelaku SN mengaku nasi tersebut dijual tidak untuk dimakan ditempat namun dalam bentuk bungkusan kepada setiap pembeli.

“Nasi sudah dibungkus- bungkus tidak makan ditempat,” ujar Syarir lagi.

Atas perbuatannya, SN diberi sanksi pembinaan selama lima hari di Mako Satpol PP/WH Aceh Tamiang agar tidak mengulangi lagi perbuatannya yang tidak menghormati orang berpuasa dan keiistimewaan Aceh Tamiang (*).