Waspadai !!! 22 Ekor Sapi di Aceh Utara Ditemukan Suspek Wabah PMK

22 ekor sapi yang sudah kita laporan Suspek dan barusan kita juga mendapatkan laporan lagi bahwa ada 3 ekor sapi yang sakit di kecamatan Dewantara tapi kita belum melakukan pengecekan ke lokasi.
wabah penyakit mulut dan kuku
Kondisi sejumlah ternak sapi milik warga Aceh Tamiang yang serentak terserang wabah PMK tampak lemah, tidak kuat jalan dan tidak mau makan rumput, Senin (9/5/2022). ANTARA/HO

ACEHSATU.COM | Lhoksukon – Waspadai !!! 22 ekor sapi di Aceh Utara ditemukan Suspek wabah PMK.

Dinas Perkebunan , Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara menemukan sebanyak 22 ekor sapi Suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang tersebar di empat kecamatan.

Temuan tersebut setalah tim dinas perkebunan peternakan dan kesehatan hewan mendapatkan laporan dan melakukan pengecekan ke lokasi.

Kepala Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Lilis Indriansyah melalui Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) drh. Cut Teti Udiati TZ kepada Acehsatu.com pada Kamis (12/05/2022) menyampaikan untuk saat ini kita sudah melakukan pengecekan dan menemukan sebanyak 22 ekor sapi Suspek PMK (dugaan).

Baca Juga: Sebanyak 49 Ekor Sapi di Aceh Besar Terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

Nah untuk saat ini kita belum bisa memastikan bahwa sapi-sapi tersebut positif PMK karena sebelum ada pengambilan sampel dan ada hasil pemeriksaan laboratorium karena ada deferesial diagnosa sekitar lima penyakit dengan gejala yang sama, sebut Cut Teti.

“22 ekor sapi itu tersebar di empat kecamatan , yaitu 7 ekor di Kecamatan Langkahan, 5 ekor di Kecamatan Baktiya, 3 ekor di Kecamatan Tanah Jambo Aye , dan 7 ekor di Kecamatan Lhoksukon” , terang Cut Teti.

22 ekor sapi yang sudah kita laporan Suspek dan barusan kita juga mendapatkan laporan lagi bahwa ada 3 ekor sapi yang sakit di kecamatan Dewantara tapi kita belum melakukan pengecekan ke lokasi.

Lanjut nya saat ini pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke Balai Veteriner Medan, dan nanti mereka akan turun untuk pengambilan Sempel untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Baca Juga: Akibat Wabah PMK Polisi Perketat Pengawasan Angkutan Hewan Perbatasan Aceh-Sumut

Kemudian baru bisa disimpulkan bahwa ternak tersebut positif PMK atau tidak dan setelah ada hasil nanti nya baru akan disediakan Vaksin dan saat ini,setahu saya vaksin masih masih dalam tahap ujicoba.

Dan tentunya juga nanti kalau ada ternak yang positif PMK maka kita akan menutup jalur lalulintas ternak dicekpoin kita di Krueng Mane arah Bireuen , Dewantara Arah Bener Meriah dan Panton Labu Arah Aceh timur.

Sebelumnya Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal, S.I.K., M.M., Melalui Kasat Binmas Iptu Supianto mengatakan bahwa Pihaknya bersama jajaran Polsek dan Bhabinkamtibmas telah turun langsung ke lapangan sebagai tindakan preemtif dan preventif terkait penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak sapi di wilayah Hukum Polres Aceh Utara,”Tuturnya.

“Kami juga menghimbau kepada para peternak untuk selalu menjaga kebersihan kandang maupun pangan ternak tersebut,”Sambungnya.

Untuk kedepannya, Polres Aceh Utara akan senantiasa melakukan pendampingan serta pengawasan agar Penyakit PMK ini tidak tertular di Wilayah Hukum Polres Aceh.

“Kepada masyarakat yang menemukan Gejala seperti mulut sapi yang berbuih atau air liur yang keluar secara tidak beraturan dan juga kuku kaki yang terlepas, Jangan panik atau gelisah, Cukup Menghubungi Dokter Hewan Atau Polsek sekitar agar segera ditangani secara dini,”Tutup Kasat Binmas.