ACEHSATU.COM | LANGSA – Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM ) Nasruddin mengapresiasi nelayan Idi Aceh Timur khususnya kepada awak Kapal KM Harapan Makmur dan KM. Tabina yang telah menyelamatkan 12 orang ABK  warga Negara Myanmar yang notabe beragama Budha tenggelam dilaut lepas.

Hal itu disampaikannya pada ACEHSATU.com, Rabu (19/12/18) menyikapi perbuatan mulia nelayan Aceh Timur menyelamatkan nelayan Myanmar yang terombang ambing akibat rusaknya kapal mereka di tengah laut

“Ini merupakan aksi kemanusian sangat luar biasa yang dilakukan oleh nelayan kita, mereka tidak pernah memandang suku, agama ataupun ras, juga tidak pernah meminta imbalan apapun kepada orang yang telah ditolong,” katanya

BACA: Wakil Bupati Aceh Timur Minta Myanmar Bebaskan Nelayan Aceh

Ditetangkan, padahal untuk evakuasi warga Myanmar itu supaya sampai kedaratan membutuhkan waktu lebih kurang selama tiga (3) hari serta menelan biaya yang besar termasuk makan serta Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sementara disisi lainnya kondisi kehidupan nelayan kita hidupnya masih dibawah garis kemiskinan.

Nasruddin berharap kepada pemerintah Myanmar melalui Dubes nya di Jakarta (Indonesia) agar dapat membebaskan 15 orang nelayan Aceh Timur yang ditahan di Myanmar.

Pasalnya, apa yang dilakukan oleh nelayan Aceh untuk penyelamatan warga negara Myanmar dari maut jauh lebih manusiawi.

BACA: Nelayan Aceh Timur Selamatkan 12 ABK Kapal Kargo Tenggelam, Semuanya Warga Myanmar

Atas pertimbangan itulah maka FPRM mendesak para pihak berkompoten untuk membicarakan proses pembebasan nelayan aceh timur di Myanmar tanpa syarat.

“Selain itu kami berharap agar pemerintah Myanmar segera mengurusi dokumen ke 12  nelayan tersebut agar segera diproses untuk dikembalikan ke negaranya,” katanya. (*)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *