Warga Simeulue Deklarasi Dukung Ridwan Kamil Jadi Capres di 2024

Sejumlah masyarakat di Simeulue, Aceh mendeklarasikan dukungan ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk maju sebagai calon presiden (Capres) 2024.
Ridwan Kamil Capres di 2024
Dok. GNIJ Simeulue

ACEHSATU.COM | SIMEULUE – Sejumlah masyarakat di Simeulue, Aceh mendeklarasikan dukungan ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk maju sebagai calon presiden (Capres) 2024.

Dukungan diberikan setelah warga melihat kinerja Kang Emil serta ingin menyudahi istilah cebong-kampret.

Deklarasi dukungan digelar di Tugu Lobster, Simeulue, Kamis (21/4/2022) sore. Hadir dalam kegiatan itu di antaranya sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat-budaya, tokoh pemuda dan aktivis perempuan.

Para pendukung Kang Emil juga memasang baliho bertuliskan ‘Deklarasi Gerakan Nasional Indonesia Juara (GNIJ) Kabupaten Simeulue-Aceh Ridwan Kamil untuk Presiden 2024-2029’. Kegiatan deklarasi itu berbarengan dengan peluncuran GNIJ di daerah tersebut.

“Kang Emil adalah bapak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Indonesia. Kami yang aktif dalam Lembaga Permusyawaratan Desa Kabupaten Simeuleu, mendukung beliau sebagai calon presiden 2024,” kata Koordinator GNIJ setempat, Alis Anizar dalam keterangannya.

Ridwan Kamil Capres di 2024
Dok. GNIJ Simeulue

Alis mengatakan, masyarakat di sana akan mengawal Kang Emil untuk menjadi Capres. Dukungan diberikan setelah warga melihat kinerja Kang Emil, salah satunya program layanan publik berbasis aplikasi digital yang mudah diakses.

“Kami di Simeuleu juga ingin Kang Emil bisa memeratakan penerapan teknologi digital sampai tingkat pedesaan,” ujarnya.

Menurutnya, alasan lain mendukung Kang Emil karena sosok tersebut dinilai relatif dapat diterima banyak kalangan. Pencalonan Kang Emil disebut dapat menyudahi istilah cebong-kampret

“Cukup sudah, jangan ada lagi istilah cebong-kampret. Jaga persatuan bangsa kita,” ujarnya.

Dia juga berpesan agar Kang Emil tidak membawa-bawa isu agama ketika mencalonkan diri nanti. Alis meminta Kang Emil fokus pada teknologi digital.

“Pemerataan teknologi digital kami pikir isu strategis yang bisa ditawarkan Kang Emil. Hindari menjual agama,” terangnya. (*)