Warga Makmur Bireuen Ditemukan Tewas Tergantung di Pintu Kamar

Warga Makmur Bireuen ditemukan tewas tergantung. Korban diduga melakukan aksi bunuh diri.
Warga Makmur Bireuen
Tim identifikasi Polres Bireuen sedang melakukan olah tkp dirumahnya korban, Kamis (26/11/2020) pagi. (Foto/Istimewa).

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Warga Makmur Bireuen ditemukan tewas tergantung. Korban diduga melakukan aksi bunuh diri.

Akibatnya korban meninggal itu terjadi di Gampong Pandak, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, Kamis (26/11/2020).

Keterangan diperoleh ACEHSATU.com, korban Hanafiah Bin Ali Basyah (77) seorang petani.

Kapolres Bireuen AKBP Taufik Hidayat SH SIK MSi melalui Kasatreskrim Iptu Dimmas Adhit Putranto SIK melalui Kaur Indentifikasi Polres Bireuen, Aipda Azrul Aswan, Kamis (26/11/2020) mengatakan, kronologis kejadiannya berawal saat itu saksi yang juga istri korban yakni Megawati Binti Hasan (72) sekitar pukul 04.30 WIB.

Saksi terbangun dari tidurnya karena mendengar suara pengajian menjelang subuh dan melihat suaminya (korban) tidak berada di sampingnya.

Warga Makmur Bireuen
Tim identifikasi Polres Bireuen sedang melakukan olah tkp dirumahnya korban, Kamis (26/11/2020) pagi. (Foto/Istimewa).

Istrinya terkejut saat melihat kearah pintu kamar tidur ada sosok suaminya yang tergantung dengan kain yang sudah tidak bergerak lagi.

Kemudian memberitahukan kejadian itu kepada tetangga yaitu M Daud Bin Yahya dan langsung ke rumah korban.

Kejadian itu disampaikan saksi M Daud kepada Keuchik Azharuddin, kemudian dilaporkan ke Polsek Makmur.

Mendapat informasi dugaan bunuh diri, anggota piket langsung ke lokasi dan amankan tkp serta menghubungi tim identifikasi Polres Bireuen.

Hasil Visum Et Repertum

Selanjutnya, tim identifikasi pukul 07.00 Wib datang kerumah korban melakukan olah tempat kejadian perkara.

Korban lalu dibawa ke Puskesmas Makmur untuk dilakukan Visum Et Repertum.

Setelah di visum dari pihak Puskesmas Makmur menerangkan tidak menemukan bekas yang mencurigakan pada tubuh korban.

Setelah dilakukan tindakan medis korban dinyatakan telah meninggal dunia, dan jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan, sebutnya.

Analisa Tim Identifikasi di TKP

Hasil analisa di TKP, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban.

Simpul ikatan dileher korban menentukan bahwa ikatan, tampak di buat sebelum kejadian bukan sifatnya simpul jeratan.

Selain itu, korban juga mengalami penyakit menahun berupa sakit lambung, diduga mengalami dipresi layaknya ketakutan sendiri, terang Kaur Identifikasi Polres Bireuen, Aipda Azrul Aswan. (*)