Warga Aceh Barat Keluhkan Debu Batu Bara Tambang dan Polusi Udara dari Dua PLTU, Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

ACEHSATU.COM – Polusi udara, warga Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, sudah tak tahan dengan kotoran dari debu batubara di lingkungan mereka. Polusi udara itu diduga ulah dari satu perusahaan tambang dan dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang beroperasi di sekitar tempat tinggal mereka. Warga setempat, Siddiq mengatakan, menjelang magrib debu … Read more

ACEHSATU.COM Polusi udara, warga Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, sudah tak tahan dengan kotoran dari debu batubara di lingkungan mereka.

Polusi udara itu diduga ulah dari satu perusahaan tambang dan dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang beroperasi di sekitar tempat tinggal mereka.

Warga setempat, Siddiq mengatakan, menjelang magrib debu tiu jelas terlihat berterbangan dari arah PLTU dan perusahaan tambang di sana, membuat lantai dan kaca jendela kotor.

Penduduk disana kian kewalahan jika setiap hari harus berurusan dengan masalah serupa.

“Sudah kita lakukan, tidak juga bisa diatasi debu tersebut agar tidak terhinggap di rumah kami, mereka sudah tidak bersaudara lagi kalau seperti ini,” kata Siddiq, Sabtu (15/4/2023) dini hari.

Dikatakannya, dugaan dalangnya ialah PLTU 1 dan 2 dan PT. Mifa bersaudara, sejak perusahaan itu beroperasi udara di lingkungan Desa Peunaga Cut Ujong sudah tak bagus lagi. Ditambah PLTU 3 dan 4 menambah derita warga disana, walau baru beroperasi tapi dampak polusi sudah cukup terasa, membuat warga tak nyaman tinggal disana.

“Saya berharap mereka harus bertanggung jawab atas kejadian menimpa Dusun Pertanian di Perumahan Sheep, jangan hanya mengambil untung diatas penderitaan kami,” keluh Siddiq.

Menurutnya, debu tersebut tak sehat kalau dihirup oleh manusia setiap hari, apalagi anak anak, bisa saja membahayakan pernafasan mereka yang masih begitu sehat. Salah satunya membuat sesak, belum lagi lingkungan yang kotor dampak dari beroperasinya sejumlah perusahaan itu.

“Debu itu akan menyebabkan sesak bagi anak-anak, sedangkan anak kami masih kecil-kecil dirumah, setiap kaki kami menyentuh lantai terlihat hitamnya debu batu bara yang menempel. Masyarakat di komplek juga merasakan udara-udara yang tidak baik bagi kesehatan apalagi untuk anak-anak balita,” sebutnya.

Dirinya berharap, ketiga perusahaan tersebut harus melihat langsung dan mencari solusi terkait pencemaran debu yang sudah sangat meresahkan masyarakat di Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. (*)

AcehSatu Network
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Optio, neque qui velit. Magni dolorum quidem ipsam eligendi, totam, facilis laudantium cum accusamus ullam voluptatibus commodi numquam, error, est. Ea, consequatur.