Wamendesa Budi : Membangun Daerah Harus Gotong Royong

Wakil Menteri Desa, Pemberdayaan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Budi Arie Setiadi mengatakan, membangun suatu daerah harus dilakukan secara gotong royong  sehingga terjadi keselarasan dengan potensi yang ada di masing-masing daerah
Membangun Daerah Harus Gotong Royong
Bupati Aceh Tamiang, Mursil menyerahkan cendera mata kepada Wakil Menteri Desa, Pemberdayaan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Budi Arie Setiadi di pendopo Bupati, Minggu (17/10/2021) acehsatu.com/nasir

ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG – Wakil Menteri Desa, Pemberdayaan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Budi Arie Setiadi mengatakan, membangun suatu daerah harus dilakukan secara gotong royong  sehingga terjadi keselarasan dengan potensi yang ada di masing-masing daerah.

Hal ini disampaikan Wamendesa, Budi dihadapan para Muspida, pejabat dilingkungan Pemkab Aceh Tamiang dan tokoh masyarakat di pendopo Bupati usai meninjau percepatan vaksinasi massal yang dilakukan perusahaan perkebunan PT padang Palma Permai (PPP), Minggu (17/10/2021)  

Lanjut Wamendes,  sesuai arahan Presiden Jokowi, membanguan daerah harus dilakukan dari hilir karenanya, ada tiga sektor potensial yang dapat dikembangkan di Indonesia, yakni sektor pertanian, kelautan dan pariwisata.

“Dengan potensi yang ada, saya berharap Aceh Tamiang berkontribusi penuh dalam tiga sektor ini sehingga potensi tersebut dapat memakmurkan rakyat,” ujar Wamen dan menambahkan seperti sektor pertanian yang harus didorong untuk hilirisasi.

Dengtan hilirisasi potensi di tiga sektor tersebut akan memberikan nilai tambhan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat karena dengan rakyat sejahtera, maka angka kemiskinan dan stunting (gizi buruk) juga akan menurun.

Saat ini lanjut Wamendes lagi, angka kemiskinana di Indonesia 9,3 persen dan desa masih memberikan kontribusi penyumbang angka kemiskinan di Indonesia, begitu juga dengan angka stunting di indonesia sebesar 27 persen.

“Pemerintah pusat sedang berupaya dua tahun kedepan angka stunting terus menurun minimal setengah dari sekarang, dan angka stunting Aceh Tamiang sebesar 6 persen dibawah rata-rata nasional juga harus dihilangkan sehingga kedepan Aceh Tamiang bebas dari anak gizi buruk,” ujar Budi lagi.

Membangun Daerah Harus Gotong Royong
Istri Bupati Aceh Tamiang, Rita Syntia Mursil menyerahkan cendera mata kepada Istri Wakil Menteri Desa, Pemberdayaan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Budi Arie Setiadi di pendopo Bupati, Minggu (17/10/2021) acehsatu.com/nasir

Kondisi ini harus kita perbaiki, pinta Wamendes karena persaingan dengan negara lain ke depan semakin ketat sehingga kedepan tidak ada lagi generasi kita yang lemah karena  jika kita lemah maka negara ini akan ketinggalan dari negara lainnya.

Bumdes

Sebelumnya, Bupati Aceh Tamiang, Mursil dalam sambutannya mengatakan, saat ini Pemkab Aceh Tamiang sedang berusaha BUMDES berjalan dengan baik sehingga mampu mandiri dan berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat desa.

“Alhamdulillah kami sampaikan kepada Wamendes, pengaruh pendemi di Aceh Tamiang tidak berdampak signifikan karena rata rata warga punya kebun sawit dan saat ini harga sawit bagus,” ujar Mursil.

Ini dikarenan 20 tahun lalu  warga sudah menanam sawit di kebun mereka dan saat ini juga ada bantuan dari Kementerian Keuangan, petani Aceh Tamiang dapat bantuan peremajaan sawit.

“Program ini sangat membantu warga karena banyak sawit yang harus dilakukan peremajaan sementara kondisi mereka tidak memiliki modal,” lanjut Mursil

Di Tamiang sendiri lanjut Mursil, peremajaan sawit yang sudah jalan ada sekitar 5000 hektare. Meki demikina di Aceh Tamiang masih banyak infrastruktur yang belum terbangun untuk menunjang produktifitas hasil pertanian warga karena tidak tertampung dalam APBK daerah.

Untuk itu Bupati berharap kepada Wamendesa, kiranya ada program dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunanan insfrastruktur di  kabupaten ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

sebelumnya, akil Menteri Desa, Pemberdayaan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Budi Arie Setiadi bersama istri dipeusijuk (tepung tawar) oleh Bupati Aceh Tamiang dan istri serta penyerahan cendera mata dari Aceh Tamiang (*)