Banda Aceh

Walikota Minta Masjid di Banda Aceh Bebas dari Penceramah Provokatif

Himbauan itu dikeluarkan dlam sebuah surat yang ditdandatangani Walikota Aminullah Usman, pada 31 Mei 2018 atau bertepatan dengan 15 hari bulan Ramadhan.

Foto | IST

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman meminta para pengurus masjid, keuchik, dan imuem gampong agar tidak mengundang atau menerima penceramah yang berpotensi atau terindikasi provokatif dan menyebar ujaran kebencian.

Himbauan itu dikeluarkan dlam sebuah surat yang ditdandatangani Walikota Aminullah Usman, pada 31 Mei 2018 atau bertepatan dengan 15 hari bulan Ramadhan.

Dalam surat tersebut, Walikota mengajak masyarakat Banda Aceh agar menjadikan masjid sebagai tempat ibadah yang aman dan nyaman dan menjadi wadah pemersatu umat.

Selain itu, Walikota juga meminta agar persoalan khilafiyah diantara umat Islam agar diselesaikan dengan melibatkan MPU dan Dinas terkait dengan mengedepankan ukhuwah Islamiyah, toleransi, dan keterbukaan.

Seperti diketahui, sejak mulai memasuki Ramadhan 1439 H, ada sejumlah masjid yang terjadi perbedaan tatacara shalat tarawih, sehingga hal itu dikhawatirkan akan memecah belah umat Islam.

Tidak hanya itu, sejumlah ustaz yang berceramah dan mengunduh ke media sosial juga cenderung bersikap provokatif dan terindikasi menyebar ujaran kebencian terhadap suatu kelompok.

“Jika dibiarkan, ustaz seperti ini akan meracuni pikiran kawula muda dan dengan mudah menghakimi, memvonis, bahkan mengkafirkan pihak lain,” sebut seorang jamaah di Masjid Ulee Lheu, Banda Aceh. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top