Banda Aceh

Wali Nanggroe Minta Proyek IPAL di Gampong Pande Dihentikan

seharusnya proyek IPAL di lokasi ini di hentikan dan di kaji lokasi yang lain” ujar Wali

Acehsatu.com | Mustaqim

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar minta pembangunan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang akan dibangun di lokasi situs budaya Gampong Pande, Banda Aceh agar dihentikan. Karena pembangunan proyek Ipal akan menggangu dan merusak bahkan menghilangkan situs sejarah itu sendiri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar saat meninjau lokasi situs sejarah di Gampong Pande pada Kamis, (12/10/2017).

Malik Mahmud menyarankan pembangunan proyek Ipal untuk dicari lokasi lain agar tidak mengganggu situs sejarah yang memang harus kita lestarikan.

Seharusnya dengan adanya situs bersejarah seperti di Gampong Pande, pemerinta harus merawat dan melestarikan atau pemugaran dengan cara tidak merubah dan merusak serta menghilangkan, sehingga orang yang berkunjung bisa melihat secara langsung benda-benda atau reruntuhan bangunan struktur kuno dan batu nisan yang berusia ratuasan tahun yang lalu. kata Malik Mahmud.

Baca juga: Ini Pesan Wali Nanggroe Kepada Pemimpin Baru Aceh Barat

Wali Nanggroe juga menyebutkan Dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 telah dijelaskan tentang Cagar Budaya, “Situs Cagar Budaya adalah lokasi yang berada di darat dan/atau di air yang mengandung Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, dan/atau Struktur Cagar Budaya sebagai hasil kegiatan manusia atau bukti kejadian pada masa lalu dan perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan melalui proses penetapan, ujarnya.

Di lokasi situs cagar budaya Gampong Pande Wali Nanggroe dan rombongan disambut oleh beberapa ahli waris Kerajaan Aceh.

Pada kesempatan tersebut Wali Nanggroe Aceh beserta rombongan meninjau langsung lokasi proyek IPAL dan beberapa kuburan yang telah di pindahkan.

To Top