Banda Aceh

Wali Nanggroe Bersama Lembaga Lingkungan dan LSM Bahas Isu Lingkungan di Aceh

Pada kesempatan tersebut Wali Nanggroe menyoroti pembuatan tanggul laut yang dikhawatirkan berdampak pada putusnya ekosisitem dan tempat pemijahan ikan dan rusaknya daratan karena pengambilan batu gajah di sembarang lokasi

Acehsatu.com

ACEHSATU.COM | BANDA ACEHWali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar Menerima Kunjungan silaturrahmi beberapa lembaga lingkungan dan LSM di Istana Wali Nangroe, Kamis (12/10/2017).

Adapun lembaga lingkungan dan LSM tersebut diantaranya, Koalisi NGO HAM , FFI, WWF  Indonesia, Walhi, JKMA,dan LBH Banda Aceh.

Dalam pertemuan tersebut membahas beberapa masalah dan isu krusial yang terjadi terhadap kawasan hutan dan lingkungan di Aceh diantaranya masukan tentang beberapa hal yang belum masuk dalam RTRWA, kebencanaan, konflik satwa dan perhutanan sosial terutama wilayah kelola adat.

Pada kesempatan tersebut Wali Nanggroe menyoroti pembuatan tanggul laut yang dikhawatirkan berdampak  pada putusnya ekosisitem dan tempat pemijahan ikan dan rusaknya daratan karena pengambilan batu gajah di sembarang lokasi.

Begitu juga dengan pembangunan yang banyak menghilangkan lahan produktif seperti persawahan yang dikhawatirkan terganggunya ketahanan pangan, pungkas Malik Mahmud Al-Haytar.

To Top