Foto

Wali Kota Subulussalam Nilai Pemimpin Aceh tak Adil

ACEHSATU.COM, SUBULUSSALAM —  Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti memandang prilaku dan kebijakan pemimpin Aceh tidak pernah berpihak kepada pembangun dan kesejahteraan mayarakat wilayah barat selatan dan tengah tenggara.

Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti (net)

Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti (net)

Karena itu pantas ada gerakan masyarakat untuk pembebasan.

Sejumlah usulan pembangunan yang diajukan pihaknya kepada gubernur ternyata ditolak mentah-mentah dengan alasan provinsi tidak punya dana.

Beberap proyek yang pernah diusulkan adalah jalan lingkar Subulussalam, pabrik minyak goreng, pembangunan jalan Subulussslam ke Aceh Tenggara dan lain-lain.

“Tapi tak satupun yang disetujui dengan alasan tidak ada uang. Padahal gubernur sudah buatkan disposisi dan saya tahu DPRA sedang bahas anggaran,” kata Wali Kota Merah Sakti saat memberikan sambutan pada diskusi “Penguatan Bahasa-Bahasa Lokal di Aceh,” di Kota Subulussalam, seperti dilansir Serambinews.com, Kamis (11/2/2016).

Melihat prilaku pemimpin Aceh, Merah Sakti mengatakan bahwa itulah salah satu wujud ketidakadilan yang terjadi di Aceh.

“Kalau di pesisir, kawasan yang  tidak ada orang pun, jalannya bagus,” sindir Merah Sakti.

Ia mengatakan untuk mencapai Aceh Tenggara dari Singkil, harus melintasi dua kabupaten Sumut, yaitu Dairi dan Fakfak Barat.

“Padahal kita mau ke Aceh Tenggara, sesama kabupaten di Provinsi Aceh,” tukas Wali Kota.

Wali Kota mengatakan, akibat  termarjinalkan, kawasan pedalaman menjadi sangat timpang di banding pesisir. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top