oleh

Wali Kota Seattle Ejek Trump Supaya Balik ke Bunker, 9 Ribu WN Brasil Jadi Relawan Vaksin Corona

-Sport-445 views


ACEHSATU.COM | WASHINGTON
– Wali Kota Seattle di negara bagian Washington, AS meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk kembali ke bunkernya. Hal ini dilontarkannya sebagai ejekan untuk merespons desakan Trump soal penanganan demonstran pendukung George Floyd di kota AS itu.

Mengutip detikcom, kata ‘bunker’ itu merujuk pada pemberitaan saat Trump diamankan oleh agen Secret Service ke tempat aman di Gedung Putih, ketika para peserta demonstrasi menentang rasisme dan kebrutalan polisi yang dipicu oleh kematian George Floyd, mencapai kediaman presiden.

Seperti dilansir dari AFP, Jumat (12/6/2020) Trump memicu pertengkaran ketika ia mengancam untuk campur tangan di lingkungan di Seattle dijuluki “Zona Otonomi Capitol Hill,” atau CHAZ, yang disepakati oleh para demonstran dan departemen kepolisian kota.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (12/6/2020):

– Ribut dengan Trump, Wali Kota Seattle: Kembali ke Bunker Anda!

Wali kota Seattle di negara bagian Washington, AS meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk kembali ke bunkernya. Hal ini dilontarkannya untuk merespons desakan Trump soal penanganan demonstran pendukung George Floyd di kota AS itu.

Kata ‘bunker’ itu merujuk pada pemberitaan saat Trump diamankan oleh agen Secret Service ke tempat aman di Gedung Putih, ketika para peserta demonstrasi menentang rasisme dan kebrutalan polisi yang dipicu oleh kematian George Floyd, mencapai kediaman presiden.

Seperti dilansir dari AFP, Jumat (12/6/2020) Trump memicu pertengkaran ketika ia mengancam untuk campur tangan di lingkungan di Seattle dijuluki “Zona Otonomi Capitol Hill,” atau CHAZ, yang disepakati oleh para demonstran dan departemen kepolisian kota.

– 9 Ribu Warga Brasil Akan Jadi Relawan Uji Coba Vaksin Corona China

Otoritas negara bagian Sao Paulo di Brasil sepakat untuk turut memproduksi vaksin virus Corona (COVID-19) yang tengah dikembangkan oleh laboratorium China, Sinovac Biotech. Mulai bulan depan, ada 9 ribu warga Brasil yang menjadi relawan untuk uji coba tahap akhir vaksin eksperimental ini.

Brasil yang saat ini mencatat lebih dari 800 ribu kasus Corona, menempati peringkat kedua sebagai negara dengan total kasus terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS). Total kematian akibat virus Corona di Brasil saat ini melebihi 40 ribu orang.

Seperti dilansir AFP, Jumat (12/6/2020), Gubernur Sao Paulo, Joao Doria, mengumumkan dalam konferensi pers bahwa Institut Butantan — pusat penelitian terkemuka di Brasil — telah mencapai kesepakatan transfer teknologi dengan Sinovac Biotech.

“Studi menunjukkan bahwa vaksin dapat didistribusikan pada Juni 2021 (jika tes terbukti konklusif),” sebut Doria dalam konferensi pers. “Kesepakatan ini akan memampukan kita untuk memproduksi (vaksin Corona) dalam skala besar dan mengimunisasi jutaan warga Brasil,” jelasnya.

– Twitter Hapus Puluhan Ribu Akun Penyebar Propaganda China-Rusia-Turki

Twitter menghapus puluhan ribu akun yang diyakini ‘terkait negara’ yang digunakan China, Rusia dan Turki untuk menyebarkan propaganda. Akun-akun yang dihapus itu juga diyakini sengaja dipakai untuk menyebarkan informasi yang salah dan menyerang para pengkritik dari ketiga negara itu.

Seperti dilansir AFP, Kamis (12/6/2020), sejauh ini jaringan terbesar yang terungkap adalah terkait pemerintah China. Sedikitnya 23.750 akun yang disebut sebagai akun-akun ‘inti yang sangat terlibat’ yang didorong oleh sekitar 150 ribu akun ‘amplifier’ atau akun penguat lainnya, telah dihapus oleh pihak Twitter.

Jaringan yang diyakini terkait pemerintah Turki disebut terdiri atas 7.340 akun. Sedangkan jaringan yang terkait pemerintah Rusia ada sekitar 1.152 akun. Semua akun-akun itu, beserta kontennya, telah dihapus oleh pihak Twitter. Namun para peneliti masih bisa mengaksesnya pada arsip database Twitter.

– Pendukung Trump Dilarang Menuntut Jika Terinfeksi Corona di Acara Kampanye

Para pendukung Donald Trump yang hadir dalam kampanye Pilpres Amerika Serikat (AS) mendatang diminta menandatangani surat perjanjian ‘tidak akan menuntut jika mereka terinfeksi COVID-19’ di acara kampanye itu. Aturan ini tercantum dalam situs kampanye Trump.

Seperti dilansir dari AFP, Jumat (12/6/2020) Trump mengumumkan pada hari Rabu (10/6) bahwa ia akan melanjutkan kampanye di empat negara bagian – Oklahoma, Florida, Arizona dan North Carolina – meskipun pandemi virus Corona terus berkecamuk di AS.

Lebih dari 113.000 orang telah meninggal akibat COVID-19. Sementara lebih dari dua juta kasus Corona telah tercatat. Di Florida, Arizona, dan North Carolina, jumlah kasus Corona bahkan mulai meningkat lagi.

– Kutuk Pembunuh George Floyd, Polisi Minneapolis Siap Menerima Perubahan

Belasan polisi Minneapolis, Amerika Serikat mengutuk mantan rekan mereka yang menjadi terdakwa pembunuhan George Floyd. Para polisi tersebut menyatakan siap untuk menerima “perubahan, reformasi dan pembentukan kembali”.

Sebanyak 14 polisi menulis surat untuk publik yang diposting di situs surat kabar Minneapolis Star-Tribune dan diawali dengan kata-kata “Dear everyone.”

Surat ini dibuat setelah aksi-aksi demo atas kematian Floyd (46), pria kulit hitam AS yang tewas di tangan mantan polisi Minneapolis, Derek Chauvin. Floyd tewas setelah lehernya ditekan dengan lutut Chauvin selama nyaris 9 menit hingga dia sesak napas dan akhirnya mengembuskan napas terakhir. (*)

 

Indeks Berita