Wali Kota Banda Aceh Larang Warga Rayakan Valentine Day

ACEHSATU.COM – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman melarang warganya merayakan Hari Valentine (Valentine Day) pada 14 Februari mendatang. Petugas Satpol PP dan polisi syariah bakal berpatroli saat hari kasih sayang tersebut.

Larangan perayaan valentine day dituangkan dalam surat edaran yang diteken Aminullah. Alasan pelarangan karena hari kasih sayang tersebut dinilai bertentangan dengan syariat Islam serta bukan budaya Aceh.

Ada dua poin dalam surat larang tersebut yaitu:

  1. Wali Kota meminta kalangan generasi muda dan masyarakat Banda Aceh tidak merayakan valentine day dalam bentuk apapun karena bertentangan dengan syariat Islam dan bertentangan dengan budaya Aceh.
  2. Wali Kota juga meminta para pelaku usaha perhotelan/penginapan, kafe, tempat hiburan dan tempat-tempat lainnya dalam Kota Banda Aceh untuk tidak memfasilitasi kegiatan valentine day tersebut.

Kasat Pol PP dan Wilayah Hisbah (WH/Polisi Syariat) Kota Banda Aceh Muhammad Hidayat mengatakan, larangan perayaan Valentine Day tersebut dikeluarkan oleh Dinas Syariat Islam dan pihaknya hanya mem-back up. Nanti selebaran larangan bakal disebar di tempat-tempat umum di Kota Banda Aceh.

“Ini kita sampaikan ke hotel-hotel, kafe dan juga tempat hiburan bahwa Valentine Day tidak sesuai dengan syariat Islam dan budaya orang Aceh. Jadi saya pikir ini kita hanya mengingatkan kembali karena masyarakat Kota Banda Aceh dan Aceh sudah tahu Valentine Day nggak boleh dirayakan di Aceh,” kata Hidayat saat dihubungi wartawan, Selasa (11/2/2020).

Menurutnya, larangan tersebut sudah dikeluarkan setiap tahun sama seperti saat perayaan tahun baru. Meski demikian, pada saat Valentine Day berlangsung, pihaknya akan menggelar patroli ke tempat wisata serta lokasi yang dicurigai bakal diadakan perayaan hari kasih sayang tersebut.

“Tetap kita lakukan pengawasan setiap saat bukan hanya saat Valentine Day saja. (Kita patroli) termasuk tempat wisata dan tempat yang menyediakan hiburan,” jelas Hidayat. (*)