Wakil Ketua DPRA Safaruddin: PJ Gubernur Harus Paham Aceh, Ini Alasannya

"Sosok PJ Gubenur Aceh merupakan orang yang mendapatkan mandat khusus dari presiden untuk menyelesaikan berbagai masalah Aceh, termasuk soal kekhususan Aceh,"Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin
Cawagub Aceh
Wakil Ketua DPRA Safaruddin (ANTARA/HO)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri RI diharapkan dapat menunjuk Pejabat (PJ) Gubeneur Aceh, orang yang memahami kondisi Aceh karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin, Selasa (18/1/2021) terkait habisnya masa jabatan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang berakhir pada 5 Juli 2022 mendatang.

Menurut Safaruddin, pentingnya penunjukan PJ Gubeneur Aceh, orang yang memahami tentang Aceh karena masih banyak persoalan yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemimpin mendatang yang harus dituntaskan.

Seperti, pengentasan kemiskinan, pengangguran, pendidikan, dan kesehatan juga wabah pandemi COVID-19 yang belum juga berakhir hampir tiga tahun berjalan.

Baca : DPRA: Mekanisme Usulan Cawagub Aceh Harus Ada Dua Kandidat

Selain itu, menurut politisi Pertai Gerindra ini, Pj Gubernur ke depan juga sosok yang dapat bersinergi dengan DPRA dalam menyelesaikan persoalan Aceh. Bahkan lebih dari itu, sosok PJ Gubenur Aceh merupakan orang yang mendapatkan mandat khusus dari presiden untuk menyelesaikan berbagai masalah Aceh, termasuk soal kekhususan Aceh.

Sehingga dimasa transisi tersebut, tidak terjadi konflik kepentingan antara DPRA dan Pemerintah Aceh, seperti selama ini karena Aceh butuh perubahan dan kesejahteraan ungkap Safaruddin seperti dilansir aceh.antaranews.com

Habis Masa Jabatan

Perjalanan karir politik nova iriansyah
Pelantikan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh (Foto: dok. Humas Aceh)

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menjabat Gubeneur definitif sejak 5 November 2020. Sebelumnya, Nova Iriansyah merupakan Wakil Gubernur Aceh yang mendapingi Gubeneur Aceh, Irwandi Yusuf  yang menang dalam pemilihan Pilkda tahun 2017 lalu.

Ia menjabat Wakil Gubenur Aceh sejak 5 Juli 2017 hingga 5 Juli 2018, pasca pasangannya, Irwandi Yusuf tersandung kasus korupsi, Nova sebagai Wakil Gubenur menggantikan Irwandi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, dari 5 Juli 2018 hingga 5 November 2020.

Baca : Soal Hak Angket Plt Gubernur, DPRA Gelar Rapat Paripurna Pekan Depan

Selanjutnya pada Kamis (5/11/2020), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian resmi melantik Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh sisa masa jabatan tahun 2017-2022, di Gedung Gedung Utama DPRA, Kota Banda Aceh.

Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Gubernur Aceh yang baru dilakukan dalam rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 95/P Tahun 2020 tanggal 15 September 2020 tentang Pengesahan Pemberhentian dengan Hormat Wakil Gubernur Aceh sisa masa jabatan tahun 2017-2022 dan Pengesahan Pengangkatan Gubernur Aceh sisa masa jabatan tahun 2017-2022.

Masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Aceh akan berakhir pertengahan tahun ini (*)