Wakil Ketua Dewan, Muhammad Nur : Rentenir Berkedok Koperasi Harus Ditutup

Wakil Ketua DPRK, Muhammad Nur : Rentenir Berkedok Koperasi Harus Ditutup

ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG – Keberadaan koperasi berkedok rentenir di Aceh Tamiang membuat Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Nur angkat bicara, menurutnya keberadaan rentenir berkedok koperasi bukan hanya ditertibkan namun harus ditutup karena lebih banyak mudharat dibandingkan manfaat.

“Bank saja di Aceh harus beralih ke syariah, apalagi rentenir berkedok koperasi harus ditutup bukan hanya di tertibkan, lebih banyak mudharatnya bagi masyarakat,” tegas Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Muhammad Nur kepada Acehsatu.com, Kamis (18/6/2020).

Menurutnya, dengan maraknya rentenir berkedok koperasi beroperasi di wilayah Aceh Tamiang tersebut harus dapat di tindaklanjuti dinas terkait jangan dibiarkan tumbuh subur di Aceh Tamiang .

“Pemkab Tamiang harus mengambil langkah tegas dengan menutup operasional kegiatan mereka karena ini sangat mengganggu perekonomian masyarakat,” sebut Wakil Ketua DPRK Tamiang ini.

Menurutnya, dalam menjalankan usaha pinjam uang berbunga tinggi,  sasaran mereka para emak -emak yang sedang  terjepit ekonominya dan membutuhkan uang, kemudian pihak petugas koperasi yang berkedok koperasi tersebut memberikan pinjaman kepada emak – emak bermodal fotocopy KTP dengan sistim pembayaran setiap hari kecuali tanggal merah.

“Hari ini diberikan pinjam, besok sudah mulai pengutipan. Inikan gak sesuai dengan tujuan koperasi, pinjaman belum menghasilkan namun pengutipan sudah dijalankan,” terang Muhammad  Nur

Diterangkan wakil rakyat yang juga pengusaha ini, dampak dari rentenir berkedok koperasi ini, jelas merusak ekonomi masyarakat terlebih sasaran mereka banyak emak – emak, akhirnya banyak keluarga ribut gara – gara rentenir ini bahkan sampai berujung pisah  (cerai)  karena terlilit utang yang tidak di ketahui oleh pasangannya (suami) dengan bunga  pinjaman yang tinggi.

“Pemkab Tamiang lewat dinas terkiat harus ambil langkah tegas terhadap bergentayangannya rentenir berkedok koperasi tersebut,” pungkasnya (*)