Wak Him: Ketika Apam Online Kembali Marak, Hati Kita Semakin Miris

Wak Him: Ketika Apam Online Kembali Marak, Hati Kita Semakin Miris

ACEHSATU.COM | LANGSA — Penegakan syariat Islam di Kota Langsa, dan Aceh pada umumnya tidak boleh kendor.

“Kita semua harus bertanggungjawab terhadap tegaknya syari’at islam di kota Langsa. Demikian dikatakan Ibrahim Latif atau yang sering disapa Wak Him mantan kepala Dinas Syari’at Islam Kota Langsa dalam sari khutbah jumat di masjid di masjid Besar Baiturrahim Paya Bujuk Seleumak kecamatan Langsa Baro, Jumat (29/5/2020).

Wak Him yang sering tampil di mimbar jumat  memaparkan, hatinya sangat miris ketika pelaku pelaku maksiat bergentayangan lagi di kota Langsa.

“Dan ketika bisnis Apam online kembali marak, hati kita semakin miris,” ujar Wak Him di atas mimbar.

Wak Him mengajak semua elemen masyarakat islam yang ada  di Kota Langsa untuk bangkit mengganyang pelaku pelaku maksiat itu untuk hengkang dari Aceh.

Dia berharap kepada para pemimpin di Aceh, para pejabat termasuk  anggota legislatif untuk mempergunakan jabatannya, mempergunakan pengaruhnya untuk menolong Agama Allah, menegakkan syariat Islam.

LIHAT VIDEO AKSI PENANGKAPAN PELAKU PROSTITUSI ONLINE DI LANGSA:

“Ketika kita menolong Agama Allah, Allah swt pasti menolong kita dan meneguhkan kedudukan kita, “imbuh Wak Him di hadapan seribuan jamaah jumat masjid besar Baiturrahim Paya Bujuk Seleumak, termasuk Muzakir Manaf ( Mua’lim) dan Walikota Langsa Usman Abdullah mendengarkan khutbah Jumat.

Wak Him menambahkan, kendatipun dirinya tak bertugas lagi sebagai kadis Syari’at Islam tetapi tugas dan tanggung jawab penegakan syari’at Islam tetap masih melekat pada dirinya.

“Karena saya masih  pejabat dan masih warga masyarakat kota Langsa (warga masyarakat Aceh- red) adalah mempunyai tanggung jawab yang sama dalam hal penegakan amar makruf nahi munkar (penegakan syari’at Islam- red),” katanya.

Semua pejabat di Aceh mulai dari gubernur sampai dengan kepala dusun dan termasuk anggota legislatif mempunyai tanggung jawab dalam hal penegakan amar makruf nahi munkar (penegakan syari’at Islam).

“Ketika mereka dilantik, mereka menyatakan siap menjalankan dan menegakkan syariat Islam,” papar Wak Him di atas mimbar.

Maka kita sebagai rakyat,  memohon kepada semua pemimpin kita di Aceh mulai dari gubernur sampai dengan kepala dusun dan termasuk anggota legislatif untuk mempergunakan jabatan, kekuasaan, pengaruhnya dan tanda tangannya untuk menolong Agama Allah, menegakkan syariat Islam di bumi Aceh ini,” tutup Wak Him. (*)

LIHA JUGA: