Wajah Sama Macron dan Hitler

Le Monde, sebuah majalah populer di Prancis pernah menurunkan gambar karikatur yang menyamakan Presiden Emmanuel Macron dengan Adolf Hitler.
Macron dan Hitler
Karikatur @acehsatu.com

ACEHSATU.COM – Le Monde, sebuah majalah populer di Prancis pernah menurunkan gambar karikatur yang menyamakan Presiden Emmanuel Macron dengan Adolf Hitler.

Le Monde menampilkan foto Macron di bagian sampul majalah ‘M’ yang menyandingkan Macron dengan diktator Nazi.

Sementara gambar kerumunan di Champs Elysee di Paris dipancarkan ke jaket Marcon.

Gambar yang diterbitkan 29 Desember 2018 itu menyebabkan rayat Prancis marah, sehingga direktur editorial Le Monde, Luc Bronner terpaksa meminta maaf.

Sebenarnya, Bronner terinspirasi oleh ‘konstruktivis Rusia’ yang menyukai hitam dan merah (warna favorit Nazi) dan ilustrator Kanada Lincoln Agnew.

Tapi pembaca menuduh Le Monde menyamakan Macron dengan seorang diktator Jerman yang kejam. Apalagi, gambar itu muncuk ketika Prancis menghadapi ancaman keamanan termasuk gerakan protes Rompi Kuning.

Macron, pemimpin partai Republik On The Move, memenangkan pemilihan presiden Prancis secara telak pada Mei 2017, tapi ia sekarang dijuluki ‘Presiden Orang Kaya’ oleh banyak orang.

Orang-orang juga memanggilnya ‘Jupiter’ karena gaya pemerintahannya yang arogan – dan banyak para menteri mengundurkan diri.

Kini, Marcon kembali berulah. Ia menyudutkan Islam dengan pernyataan kontroversinya.

Marcon menyebut Islam sumber kekacauan di Prancis.

Penyataannya bahwa “Islam mengalami krisis“ telah membuat umat Islam tersinggung.

Memori kita kembali mengingat kisah kekejaman Prancis pasa masa kolonial dulu.

Prancis pernah memperlakukan pejuang Aljazair di luar kewajaran kemanusiaan.

24 tengkorak pejuang Aljazair anti-kolonial abad ke-19 baru dikirim kembali ke Aljazair baru-baru ini. Di antaranya seorang pemimpin perlawanan, Sheikh Bouzian, yang ditembak dan dipenggal Prancis.

Selama ini, tengkoraknya tersebut dijadikan piala dan dipajang di Museum Nasional Sejarah Alam Prancis.

Jika menelisik lebih jauh, Prancis memarginalisasi Muslim Aljazair-Prancis. Banyak dari mereka, hidup sebagai warga negara kelas dua di banlieues (pembangunan perumahan berpenghasilan rendah di pinggiran kota-kota Prancis, terutama Paris.

Tidak ada harapan mobilitas sosial atau akan dianggap sebagai orang Prancis sepenuhnya.

Mereka hanya dilahirkan dan dibesarkan di Prancis sebagai imigran generasi kedua atau ketiga.

Hitler dan Marcon memang dua wajah yang sama.

Sejarah juga mencatat, banyak warga Prancis menyambut Nazi dan membantu mereka dalam Holocaust Perang Dunia Kedua– di mana sekitar 70.000 orang Yahudi dibunuh.

Majalah Le Monde yang populer di Prancis pun tidak salah.

Karena memang Presiden Emmanuel Macron sama dengan Adolf Hitler. (*)

Macron dan Hitler
Karikatur @acehsatu.com