Wah! Ternyata yang Dipolisikan Bupati Nagan Raya Pasien Gangguan Jiwa

Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham melaporkan sebuah akun media sosial facebook berinisial TRI ke Mapolres setempat, pada Selasa (8/9/2020).
Surat Keterangan Kesehatan yang diduga diterbitkan oleh Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh, terhadap Teuku Chandra Kirana, selaku terlapor dalam kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham, Senin (14/9/2020). (ANTARA/HO)

ACEHSATU.COM | NAGAN RAYA – Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham melaporkan sebuah akun media sosial facebook berinisial TRI ke Mapolres setempat, pada Selasa (8/9/2020).

Pelaporan akun facebook tersebut karena diduga telah melakukan pencemaran nama baik sang Bupati.

Kapolres Nagan Raya AKBP Risno SIK dikutip Antara Kamis sore membenarkan pelaporan tersebut.

Gangguan Jiwa

Semenara itu, Koordinator Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kabupaten Nagan Raya Muhammad Zubir menegaskan kliennya berinisial TCK (42), terlapor dalam perkara dugaan pencemaran nama baik Bupati Nagan Raya HM Jamin Idham merupakan pasien gangguan jiwa.

Fakta tersebut ia sampaikan berdasarkan surat keterangan yang diterbitkan oleh dr Malawati SPKJ selaku dokter ahli kejiwaan pada Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh, Senin siang.

“Jadi, klien kami terlapor atas nama Teuku Chandra Kirana merupakan pasien jiwa yang selama ini melakukan rawat jalan di rumah sakit jiwa,” kata Muhammad Zubir dikutipAntara, Senin (14/9/2020).

Di dalam surat keterangan tersebut, dr Malawati SPKJ juga menjelaskan pasien bernama Teuku Chandra Kirana juga diharuskan untuk dilakukan evaluasi untuk berobat secara teratur.

Di dalam surat ini juga dijelaskan kliennya berobat jalan di Poliklinik Psikiatri Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh.

“Jadi sudah jelas bahwa terlapor Teuku Chandra Kirana selaku pemilik akun Facebook Teuku Raja Indra diduga mengalami gangguan jiwa, alias orang gila,” kata Muhammad Zubir menegaskan.

Terhadap perkara ini, Muhammad Zubir juga mempertanyakan pelaporan terhadap Teuku Chandra Kirana kepada kepolisian oleh tim kuasa hukum Bupati Nagan Raya, karena terlapor merupakan pasien gangguan jiwa.

“Makanya kita juga heran dengan pelaporan ini, orang gila kok dilapor ke polisi,” kata Muhammad Zubir menuturkan. (*)