Wah, Ternyata Eksekutif Aceh Tak Usulkan Anggaran Kesiapan PON di APBA 2021

Jajaran eksekutif teryata tidak mungusulkan anggaran dalam RAPBA 2021 untuk kesiapan provinsi paling barat Indonesia ini menghadapi event besar Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan berlangsung di Aceh pada 2024 nanti.
M Rizal Falevi Kirani. Foto Net

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Jajaran eksekutif teryata tidak mungusulkan anggaran dalam RAPBA 2021 untuk kesiapan provinsi paling barat Indonesia ini menghadapi event besar Pekan Olahraga Nasional (PON)  yang akan berlangsung di Aceh pada 2024 nanti.

Padahal Aceh dan Sumatera Utara ditetapkan sebagai tuan rumah bersama untuk event olahraga bergengsi untuk tingkat nasional.

Hal ini disampaikan anggota DPR Aceh M Rizal Falevi Kirani kepada ACEHSATU.com Jumat (4/9/2020).

“Semestinya, pasca ditetapkan sebagai tuan rumah PON 2024, Pemerintah Aceh segera melakukan tahapan demi tahapan. Jika dilakukan gelondongan maka dipastikan akan membabani APBA serta kualitas tidak baik,” kata pria yang akrab disapa Falevi Kirani ini.

Berdasarkan planning, kata Falevi, anggaran yang dibutuhkan sebagai tuan rumah PON 2024 di APBA 2021 sebesar Rp 76 miliar.

“Ini untuk peningkatan fasilitas olahraga dan keperluan lainnya. Namun anggaran tersebut tak diusulkan oleh eksekutif,” ujar politisi muda PNA ini.

“Saya berharap eksekutif bek watee saket ek peuget WC. Kesiapan yang matang itu perlu tahapan dan perencanaan yang baik. Kita harus belajar dari setiap kesalahan yang terjadi selama ini,” kata mantan aktivis mahasiswa ini lagi.

Falevi berharap eksekutif memberi ruang yang besar untuk bidang olahraga agar Aceh bisa berbuat banyak di PON 2024 nanti.

“Mulai dari pembinaan atlet hingga sarana dan prasarana lainnya. Jangan tuntutan besar tapi fasilitas serta pembinaan atlet justru minim,” kata Falevi.

“Bidang olahraga harus mendapat porsi di APBA mulai dari 2021 hingga seterusnya. Tanpa kesiapan yang baik, kita justru hanya akan mempermalukan diri sendiri. Terlebih kita tuan rumah kali ini,” kata Falevi. (*)