Wabup Minta Gubenur Bantu Finansial Jaga Pos Covid Perbatasan Tamiang – Langkat

"Penyebab terbesar karena Aceh Tamiang sebagai pintu gerbang keluar masuknya pelintas, baik pelintas antar kota dan antar provinsi, sehingga menyebabkan banyaknya orang-orang luar daerah yang singgah dan pasti melakukan kontak erat dengan warga lokal" Wakil Bupati Aceh Tamiang T Insyafuddin ST
Wakil Bupati Aceh Tamiang, T Insyafuddin . acehsatu.com/dok

Terkait Aceh Tamiang Zona Merah Covid-19

ACEHSATU.COM [ KARANG BARU – Wakil Bupati Aceh Tamiang, T Insyafuddin meminta perhatian besar Gubenur Aceh untuk membantu keuangan penjagaan pintu masuk Aceh di pos Covid-19 perbatasan Tamiang –Langkat.

Permintaan tersebut diungkapkan Wabup T Insyafuddin saat mengikuti rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Aceh bersama Gubenur Aceh dan unsur Muspida Aceh, Kamis (29/4/2021)

Rapat tersebut mengangkat thema “Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro dan Optimalisasi Posko Penanganan Covid-19 tingkat Gampong sebagai tindaklanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2021 dilakukan secara Virtual melalui Video Conference, diikuti  seluruh Bupati/Walikota se Aceh beserta Unsur Forkopimda.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah, MT mengatakan, Rakor ini dilaksanakan sebagai tindaklanjut dari Instruksi Mendagri Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dalam hal ini, Aceh juga sudah lebih awal melaksanakannya, dengan nama sebutan “Gencar” (Gerakan Nakes Aceh Cegah Covid-19), yang skemanya serupa dengan istilah baru PPKM.

“Sebelum terbit Instruksi Mendagri, Pemerintah Aceh pada tahun 2020 lalu telah mengupayakan Program Gencar sampai ke level terbawah, dan gerakan ini dilakukan untuk menurunkan angka Covid-19,” ujar Nova.

Menurut Gubenur, Rakor ini nantinya akan dievaluasi bersama, dikembangkan skema yang tepat dalam penanganan Covid-19 guna menekan angka lonjakan kasus Covid-19 berdasarkan laporan dan masukkan dari setiap Kepala Daerah dan Forkopimda terkait kendala dan fakta yang terjadi dilapangan dalam penanganan Covid-19.

Wabup T Insyafuddin saat mengikuti rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Aceh bersama Gubenur Aceh dan unsur Muspida Aceh, Kamis (29/4/2021)

“Saya minta optimalkan Satgas Covid-19 di kampung, Optimalkan kembali ruang Pinnere di RSUD masing-masing, dukung program vaksinasi, dan jangan lengah serta berputus asa dalam menangani Covid-19,” harapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Aceh Tamiang T Insyafuddin dalam laporannya melaporkan kepada Gubernur Aceh, bahwa berdasarkan data terakhir, sebanyak 74 warga Aceh Tamiang masih terkonfirmasi positif Covid-19, dan yang sembuh sebanyak 419 serta 31 orang meninggal.

Mengenai pembentukan Posko PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), dilaporkan Wabup juga bahwa sebanyak 213 kampung di Aceh Tamiang telah membangun posko tersebut dan telah aktif. Aktifnya posko-posko tersebut melibatkan sinergitas Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang ada di kampung.

Kepada Gubenur, Wabup juga menerangkan prihal tren peningkatan kasus Covid-19 di Aceh Tamiang yang menjadikan Kabupaten Aceh Tamiang berstatus Zona Merah.

Baca :Terjadi Lonjakan Kasus, Aceh Tamiang Zona Merah Covid-19

Baca :Zona Merah Covid-19, Aceh Tamiang Terapkan Larangan Hajatan Pesta

“Penyebab terbesar karena Aceh Tamiang sebagai pintu gerbang keluar masuknya pelintas, baik pelintas antar kota dan antar provinsi, sehingga menyebabkan banyaknya orang-orang luar daerah yang singgah dan pasti melakukan kontak erat dengan warga lokal,” jelas mantan anggota DPRK Aceh Tamiang ini.

“Melalui Laporan ini, saya minta perhatian besar dari Pemerintah Provinsi untuk membantu Aceh Tamiang menjaga Posko Perbatasan untuk menghalau mobilitas orang-orang yang melakukan perjalanan keluar masuk Aceh, apalagi puncak daripada mudik tidak akan lama lagi. Kita buka Posko, namun mohon dukungan finansial dari Pemerintah Aceh untuk keberlangsungan aktivitas penjagaan Posko Perbatasan,” ungkap Wabup dalam laporan singkat kepada Gubernur.

Vidcon ini juga diikuti Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol CPN Yusuf Adi Puruhita, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Irawan, dan beberapa perwakilan dari Instansi terkait (*)