VIRAL Siswa di Pulo Aceh Pulang dari Sekolah karena Guru Tak Datang

Video memperlihatkan sejumlah murid pulang cepat dari sekolah karena tidak ada guru di Pulo Aceh, Aceh Besar, viral.
Siswa di Pulo Aceh
Ilustrasi sekolah (Foto: Getty Images/GlobalStock)

ACEHSATU.COM | ACEH BESAR – Video memperlihatkan sejumlah murid pulang cepat dari sekolah karena tidak ada guru di Pulo Aceh, Aceh Besar, viral. Camat setempat memberi penjelasan soal peristiwa itu.

Dilihat, Senin (22/11/2021), video itu direkam di salah satu sekolah di Pulo Aceh. Siswa tampak mengenakan seragam pramuka dan menenteng tas serta buku.

Murid-murid itu mengaku pulang sekolah pukul 10.00 WIB pagi. Murid mengatakan tak ada satu orang guru pun yang datang.

“Tidak ada guru satu orang pun,” kata seorang murid dalam bahasa Aceh.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (20/11). Camat Pulo Aceh, Mawardi, mengatakan kondisi tidak ada guru di Pulo Aceh sudah sering terjadi karena pengajar di sana bukan warga asli kepulauan.

Siswa di Pulo Aceh
Ilustrasi sekolah (Foto: Getty Images/GlobalStock)

“Di sini ada guru PNS, kontrak dan honorer juga ada. Tapi kondisi kadang tidak ada guru di sekolah sudah terjadi bertahun-tahun,” kata Mawardi saat dimintai konfirmasi.

Ada dua pulau yang dihuni masyarakat di Kecamatan Pulo Aceh, yakni Pulau Breuh dan Pulau Nasi. Di Pulau Breuh terdapat lima sekolah dasar (SD), satu SMP dan satu SMA.

Selain itu, ada tiga SD, satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), satu SMP serta satu SMA di Pulau Nasi. Mawardi mengaku dirinya kerap mendapat laporan dari warga terkait tidak adanya pengajar di sekolah terutama tingkat SD.

Menurutnya, guru di sana pernah mendapat teguran dari Kepala Dinas Pendidikan. Tapi teguran itu disebut tidak dipedulikan.

“Sering mendapat laporan dari wali murid, kalau wali murid sudah merasa anak dia nggak sekolah itu kan sudah susah,” ujarnya.

“Kalau dulu saat belajar dari rumah okelah belajar melalui HP, tapi sekarang inikan sudah berlaku belajar tatap muka. Jadi guru maunya berubah lah situasinya, ke pulau mengajar selaku guru,” lanjut Mawardi.

Mawardi mengatakan kondisi tidak ada guru tidak terjadi di semua sekolah.

“Tapi rata-rata begitu,” katanya. (*)