Viral ! Arti Kata ‘Uraa’ Ucapan Presiden Rusia Vladimir Putin Pada Pidatonya

Di tengah invasi, Presiden Vladimir Putin beberapa kali tampil ke publik. Ia bahkan meneriakkan ucapan 'Uraa' (sering juga ditulis 'Ura') saat menghadiri parade pasukan militer.
Rusia berhasil menciptakan dan meregristrasi vaksin corona pertama di duniapertama diregristrasi
Presiden Rusia Vladimir Putin registrasi vaksin Covid-19 buatan negaranya sekaligus menjadi yang pertama di dunia. | Foto Getty Images

ACEHSATU.COM | Moscow – Arti Uraa yang Viral karena Presiden Rusia Vladimir Putin. Presiden Rusia Vladimir Putin kerap mengucapkan kata ‘Uraa’ dalam setiap pidatonya.

Karenanya, makin banyak orang yang ingin mengetahui arti dari Uraa itu sendiri.

Sebenarnya, apa artinya ‘Uraa’?

Invasi Rusia keUkraina membuat atensi masyarakat semakin tinggi kepada dua negara tersebut.

Publik pun selalu menyimak informasi dari dua belah pihak dan berdoa agar segera ditemukan jalan damai.

Baca Juga: Salah Satu warga Aceh Yang Berada di Ukraina, Ini Kondisinya !

Di tengah invasi, Presiden Vladimir Putin beberapa kali tampil ke publik. Ia bahkan meneriakkan ucapan ‘Uraa’ (sering juga ditulis ‘Ura’) saat menghadiri parade pasukan militer.

Jadi, apa arti dari kata Uraa? Uraa dalam Bahasa Rusia artinya adalah ‘Hore’ atau ucapan sorak sorai. Uraa yang ditulis ‘Ура’ ini biasa digunakan untuk membangkitkan semangat dalam berbagai hal, bahkan sampai ke urusan perang.

Baca Juga: Guru Besar UI Menyayangkan Keputusan RI Setujui Resolusi PBB Soal Ukraina

Dalam beberapa video pidato, terlihat beberapa kali Vladimir Putin mengatakan Uraa di akhir pidatonya.

Sejarah Uraa

Uraa dikenal sebagai teriakan penyemangat yang dulunya sering dipakai oleh Tentara Merah Uni Soviet saat Perang Dunia ke-2 berlangsung.

Ini dilontarkan untuk menyemangati tentara dalam melawan Jerman yang saat itu menjadi musuh. Teriakan Uraa melambangkan ekspresi semangat dan kegembiraan.

Bisa dibilang, ini mirip-mirip dengan ucapan ‘Merdeka’ yang sering dipakai orang Indonesia atau ‘Banzai’ yang digunakan Jepang dalam membakar semangat perjuangan.