oleh

VIDEO – Emak-emak Kampung Babo Serbu Kantor Bupati Aceh Tamiang Gegara BLT

-AcehSatu TV, Indeks-267 views

VIDEO – Emak-emak Kampung Babo Serbu Kantor Bupati Aceh Tamiang Gegara BLT

ACEHSATU.COM | ACEH TAMIANG – Puluhan warga Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang yang didominasi kaum emak-emak mendatangi kantor bupati setempat, Selasa (9/6/2020).

Baca Juga: Awas Bahaya Stroke, Kenali Ini Tanda-tandanya

Kedatangan emak-emak itu untuk menanyakan prosedur pencairan dana Bantuan Tunai Langsung (BLT) Dana Desa (DD) bagi yang terdampak Covid-19.

Emak-emak itu mengaku hingga kini tidak pernah menerima BLT baik yang bersumber dari kementerian maupun dari dana desa.

Baca Juga: Pasca Pembagian BLT, Omzet Togel Meningkat

Menurut salah seorang warga yang mendatangi kantor bupati itu, persoalan tentang kritetia penerima BLT sudah pernah ditanyakan kepada Datok Penghulu (Kades) mereka.

Namun sang Datok Penghulu meminta agar ditanyakan langsung ke Bupati Aceh Tamiang.

Baca Juga: Nek Fatimah Korban Tewas dengan Luka Gorok di Aceh Utara Ternyata Dihabisi Anak Sendiri Gegara Uang Rp20 Ribu

“Sudah coba tanya baik-baik ke datok, tapi malah disuruh ke bupati. Makanya kami ke mari,” kata seorang emak-emak.

Ironinya niat emak-emak itu menyampaikan aspirasi ke bupati kandas di areal parkir kantor bupati. Sebab tidak ada perwakilan pejabat yang terlihat bersedia menemui mereka.

Tidak lama berada di halaman kantor bupati, kemudian Camat Bandar Pusaka, Abdu Muthalib muncul dan meminta warganya kembali ke kampung untuk diselesaikan secara musyawarah.

Terpisah, Datok Penghulu Kampung Babo, Paimin menjelaskan, persoalan tersebut berawal ketika sebagian warga meminta dana BLT yang bersumber dari dana desa dibagi rata.

Menurut Paimin, dirinya tidak bisa memenuhi permintaan itu karena bertentangan dengan aturan.

“Secara aturan tidak dibenarkan seperti itu, karena terjadi tumpang tindih. Warga yang sudah mendapat bantuan dari program lain tidak dibenarkan mendapat bantuan BLT,” katanya.

Paimin merincikan, awalnya ada 123 KK yang diajukan masuk dalam daftar penerima BLT. Namun setelah melalui verifikasi jumlah penerima manfaat menciut menjadi 76 KK.

Menurutnya, sebagian besar warga tersebut sudah mendapat bantuan PKH. “Saya sudah menjelaskan kepada warga, tapi mereka tidak mau terima,” ungkap Paimin. (*)

Komentar