oleh

Video Blog Cerita Niaga Warga Aceh di Malaysia

Warga Aceh kelahiran Sumatra dan semenanjung Malaysia itu membuat terobosan baru. Salah satu kesuksesan dari bangsa kita dahulunya adalah berniaga lintas negara.  Nostalgia bisnis Aceh di Malaysia mulai dirintis kembali. Namun untuk sementara masih bertahap. Dan, Kuala Lumpur adalah pusatnya.

ACEHSATU.COM — NAMA Chowkit tak asing lagi bagi telinga warga Aceh. Chowkit, sebuah kawasan perniagaan utama di ibukota Kuala Lumpur.

Dulunya dikuasai oleh peniaga Cina.

Selang beberapa tahun kemudian tampak peniaga asal Aceh dan asal Sumatra lainnya yang mulai mendominasi.

Hingga kemudian perlahan-lahan pasar tradisional tersebut kembali menjadi kawasan Melayu.

Oleh karena itu, setiap terbang ke Kuala Lumpur sudah tentu saya mampir ke salah satu pasar tersibuk di ibu negara Malaysia tersebut.

Letaknya sangat strategis sehingga mudah diraih melalui LRT dan Monorail.

Sebelumnya, sebagai kampung kedua, saban tahun saya pulang ke Malaysia.  Namun hanya tahun ini saja yang berhalangan.

Seingat saya, akhir Mei lalu, salah satu harian terbesar di Malaysia memuat laporan utama yang menyorot tentang “monopoli” perniagaan warga Aceh di Malaysia.

Video Blog ATAKANA TV

Penduduk di negeri Melayu tersebut menyebutnya kedai runcit atau nama lain dari Ruko (Rumah toko) kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari seperti sembako dll.

Tidak dipungkiri bila sektor perniagaan seperti ini umumnya dijalani oleh mayoritas warga Aceh di seantero Malaysia.

Sebagai bukan warga negara Malaysia, apalagi tidak berada ditempat, saya hanya membaca beritanya saja.

Semoga usaha warga Aceh disana kembali menoreh sejarah yakni mengulang kembali seperti orang tua kita lakukan sebelumnya; mewujudkan nostalgia niaga Aceh di Malaysia. (*)

Komentar

Indeks Berita