Usulan BPUM Masyarakat Bireuen Mulai Diverifikasi Disdagperinkop dan UKM

Kadisdagperinkop dan UKM Bireuen, Ir H Alie Basyah MSi (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Mulai dilakukan verifikasi sejumlah berkas usulan masyarakat di sejumlah kecamatan di Bireuen, untuk memperoleh Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dampak Covid-19, dari Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM sebesar Rp2,4 juta per orang.

Proses tersebut dilakukan mulai hari ini Senin (26/10/2020) pagi oleh petugas

dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Bireuen, guna memastikan kelengkapan berkas sesuai persyaratan ditetapkan.

Adapun berkas sudah dikumpulkan itu sampai Senin (26/10/2020) pagi berasal dari 13 kecamatan, sedangkan dari empat kecamatan lagi yaitu Gandapura, Makmur, Simpang Mamplam, Samalanga, hari ini (Senin-red) dijemput oleh petugas.

Hal itu dikatakan Kadisdagperinkop dan UKM Bireuen, Ir H Alie Basyah MSi saat dikonfirmasi Aceh Satu.Com, Senin (26/10/2020) pagi terkait proses lanjutan usulan BPUM diajukan masyarakat pelaku usaha mikro dimaksud.

Dijelaskan, besar berkas usulan bantuan diajukan masyarakat diawali di gampong dan ke kantor Camat, sebagian besar telah dijemput petugas, dan sedang diverifikasi untuk diinput oleh petugas.

“Untuk jumlah berkas usulan yang diajukan masyarakat belum kita ketahui seberapa banyak, nanti selesai diverifikasi baru kita ketahui jumlah pastinya,” ujar Kadis Alie Basyah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kadisdagperinkop dan UKM Bireuen menjelaskan, masyarakat berhak terima bantuan BPUM Dampak Covid 19 sebesar Rp 2.4 Juta per orang, yang menetapkan adalah Kemenkop dan UKM.

Dijelaskan proses penerimaan berkas permohonan diajukan masyarakat secara manual, sebab sebagian besar masyarakat tidak dapat memakai aplikasi, juga untuk menghindari calo, maka berkas harus warga bersangkutan menyerahkan sendiri.

Kata Alie Basyah, setelah pendaftaran selesai, lalu berkas masyarakat itu diimput oleh petugas dan kemudian diserahkan ke Disperindagkop dan UKM Aceh dan BPKP Aceh untuk dilakukan verifikasi, seperti kesesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nama pemohon.

Setelah diperiksa berkas itu dikembalikan ke Disdagperindkop dan UKM Bireuen, jika ada yang tidak sesuai atau ada kesalahan diperbaiki. Selanjutnya berkas pemohon itu dikirim oleh Disdagperinkop dan UMM Bireuen ke Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

“Setelah selesai diverifikasi, berkas pelaku usaha mikro itu, sesuai format petunjuk pelaksana, kita usulkan ke Kementerian Koperasi dan UKM dan pihak kementerian menetapkan penerima, lalu dana bantuan Rp2.4 juta/orang disalurkan melalui Bank penyalur,” jelas Kadisdagperinkop dan UKM Bireuen, Ir H Alie Basyah MSi. (*)