USK Wisuda 1.549 Mahasiswa, Pesan soal Pengangguran dan Kemiskinan Aceh

Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh mewisuda 1.549 lulusan periode November 2020 sampai Januari 2021. Para lulusan diminta terus meningkatkan kompetensi karena persaingan di dunia kerja semakin ketat.
USK
Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh mewisuda 1.549 lulusan periode November 2020 sampai Januari 2021 (Agus Setyadi/detikcom)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala mewisuda 1.549 lulusan periode November 2020 sampai Januari 2021. Para lulusan diminta terus meningkatkan kompetensi karena persaingan di dunia kerja semakin ketat.

Wisuda USK ke-148 digelar secara daring dan luring, Rabu (24/2/2021). Sebanyak 28 mahasiswa mengikuti wisuda secara langsung di gedung AAC Dayan Dawood USK di Banda Aceh, 891 orang secara daring dan sisanya 630 mahasiswa tidak mendaftar wisuda.

Wakil Rektor (Warek) I USK Prof Marwan mengatakan USK masih menggelar wisuda daring karena pandemi COVID-19 belum berakhir. Wisuda kali ini dipimpin Marwan karena Rektor USK Prof Samsul Rizal masih menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan positif Corona.

“Keputusan ini harus diambil karena universitas tidak ingin, jika pelaksanaan wisuda ini dilaksanakan seperti biasa, maka berpotensi melahirkan klaster baru penyebaran COVID-19,” kata Marwan dalam keterangan tertulis.

Para mahasiswa yang tidak mendaftar wisuda, kata Marwan, tetap diberi ijazah. Dalam wisuda periode ini, 65 mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat pujian (cum laude).

“Dengan wisuda hari ini, alumni Universitas Jantong Hatee Rakyat Aceh ini menjadi 136.596 orang,” ujarnya.

USK
Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh mewisuda 1.549 lulusan periode November 2020 sampai Januari 2021 (Agus Setyadi/detikcom)

Marwan mengimbau lulusan USK tidak jemu meningkatkan kompetensinya serta berani dalam mengambil keputusan. Dia menyebut persaingan dunia kerja saat ini semakin ketat.

Dia lalu mengutip data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) terkait jumlah pengangguran. Berdasarkan data BPS, katanya, hingga Agustus tahun lalu jumlah pengangguran terbuka yang merupakan alumni perguruan tinggi di seluruh Indonesia mencapai 737 ribu orang.

“Data tersebut juga mengungkapkan bahwa Aceh saat ini menempati posisi ke-8 sebagai daerah yang memiliki jumlah pengangguran terbanyak di Indonesia,” ujarnya.

“Mungkin ini juga menjadi salah satu faktor tidak langsung yang menyebabkan Aceh berada di posisi tertinggi sebagai daerah yang termiskin di Sumatera,” sambungnya.

Menurutnya, USK selama ini berupaya untuk tidak hanya membekali lulusannya dengan kompetensi pada program studi yang mereka tekuni. Tapi mereka juga dibekali kemampuan untuk menganalisis dan mensintesis setiap persoalan yang ada.

“Secara umum, kemampuan Saudara sudah memadai untuk mandiri, berkompetisi, dan bersinergi dengan siapa saja. Yang Saudara butuhkan hanyalah keberanian untuk mencoba serta kelapangan hati untuk menerima apa pun hasil yang diberikan oleh-Nya,” kata Marwan. (*)