https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik

ACEHSATU.COM | Jakarta – Usai Insiden Wadas, Bupati Purworejo Muncul dan Minta Pihak Luar Tak Ikut Campur. Keberadaan Bupati Purworejo Agus Bastian sempat dipertanyakan pasca-insiden di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo. Agus kemudian muncul dan bicara soal proyek yang memicu insiden di Wadas.

Dia mengatakan Bendungan Bener merupakan proyek besar yang dibutuhkan oleh Purworejo. Alasannya, mayoritas masyarakat Purworejo merupakan petani.

“Kalau proyek ini sampai nggak jadi, yang rugi kan Purworejo,” kata Bastian seperti dikutip dari detikjateng, Sabtu (12/2/2022).

Dia menyampaikan harapan agar polemik di Desa Wadas segera selesai. Dia mengingatkan Desa Wadas merupakan Desa yang memiliki peran penyumbang material untuk pembangunan Bendungan Bener. Bupati Purworejo mengaku turut mencari solusi atas permasalahan ini.

“Bagaimana caranya agar semua (warga yang pro dan kontra penambangan batu andesit di Desa Wadas) bisa menerima. Kita cari cara agar permasalahan ini bisa reda,” ujarnya.

Dia berharap pihak di luar Desa Wadas tak ikut campur permasalahan di Desa Wadas. Dia khawatir masuknya pihak luar dalam masalah ini akan memperkeruh keadaan.

“Yang terpenting, jangan ada pihak luar yang masuk ke situ. Kalau ada pihak luar tidak berkepentingan masuk ke situ, orang yang tadinya sudah oke jadi bermasalah lagi,” ucap Agus.

Fahri Hamzah
Fahri Hamzah Sindir Pemerintah soal Insiden Wadas, Ungkit ‘Harmoko’ dan Sebut Istana Selalu Benar. | Foto: ANTARA

Sebelumnya Mantan Wakil DPR RI Bersuara: Fahri Hamzah Sindir Pemerintah soal Insiden Wadas, Ungkit ‘Harmoko’ – Sebut Istana Selalu Benar

Fahri Hamzah Sindir Pemerintah soal Insiden Wadas, Ungkit ‘Harmoko’ dan Sebut Istana Selalu Benar.

Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengkritik cara kerja pemerintah dalam menjawab persoalan yang terjadi di tengah warga. Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu bersuara terkait konflik yang terjadi di Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.

Kali ini Fahri menyinggung sikap Istana terhadap persoalan di Wadas dengan membawa-bawa nama Harmoko, mantan Menteri Penerangan di zaman Soeharto. Apa maksudnya?

“Kalau harmoko bilang gak ada apa2 ya sudah memang gak ada apa2,” cuit Fahri lewat akun Twitternya @Fahrihamzah, seperti dilihat, Jumat (11/2/2022).

Insiden di desa Wadas
Amnesty International soroti pengerahan ratusan pasukan Polri ke Desa Wadas.

Di Luar Dari Pada itu: Amnesty International Soroti Insiden Wadas: Jokowi dan Ganjar Harus Tanggung Jawab

Organisasi Hak Asasi Manusia (HAM), Amnesty International Indonesia (AII) angkat bicara terkait insiden di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah. Lembaga itu menyebut pemerintah pusat dan daerah harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Desa Wadas.

“Presiden Jokowi dan Gubernur Ganjar harus bertanggung jawab atas pengerahan pasukan yang berlebihan dan dampak ikutannya yang melanggar prinsip-prinsip pemolisian yang demokratis dan kaidah negara hukum, dan penghormatan HAM,” ujar Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, dalam konferensi pers yang diadakan oleh YLBH melalui Zoom, Kamis (10/2/2022).

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik