Update Terbaru, 11.202 warga Aceh Utara Terdampak Banjir, 420 Jiwa Mengungsi

warga Aceh Utara terdampak banjir dan 420 jiwa warga sudah mengungsi yaitu di kecamatan Samudera Gampong Tanjong Hagu, titik pengungsi di meunasah (surau) setempat. Penyebabnya jebol tanggul Krueng Pase
acut
Dok foto di Desa lubuk pusaka kecamatan Langkahan

ACEHSATU.COM | Lhoksukon – Hujan deras yang mengguyur Aceh Utara dua hari terakhir membuat sejumlah kecamatan di Aceh Utara terendam banjir. Akibat Meluapnya aliran sungai Krueng Keureto, Krueng Pirak dan Krueng Pase pada pada 21 Januari sekita pukul 21.00 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara Asnawi melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan,

Mulyadi kepada Acehsatu.com pada Minggu (22/01/2023) menyampaikan hingga saat ini sudah mencapai 11.202 jiwa warga Aceh Utara terdampak dari 7 Kecamatan yaitu Kecamatan Lhoksukon, 6 Desa, kecamatan Samudera 1 Desa, Kecamatan Pirak Timu 14 Desa , Kecamatan Matang Kuli 18 Desa, Banda Baro 1 Desa, Kecamatan Langkahan 2 Desa, Kecamatan Tanah Luas tiga desa dengan total desa 45 Desa

“Ada sekitar 11.202 jiwa warga Aceh Utara terdampak banjir dan 420 jiwa warga sudah mengungsi yaitu di kecamatan Samudera Gampong Tanjong Hagu, titik pengungsi di meunasah (surau) setempat. Penyebabnya jebol tanggul Krueng Pase di gampong tersebut”, Sebut Mulyadi.

Mulyadi menyebut banjir di Kecamatan Tanah Luas ketinggian air rata-rata 40 centimeter.

Sedangkan di Pirak Timu banjir akibat meluapnya Krueng Keureuto dan Krueng Pirak, mengakibatkan sebagian jalan tidak bisa dilewati dengan ketinggian air 50 sampai 75 cm.

Upaya yang dilakukan Kalaksa BPBD meminta melalui Camat/Muspika dan perangkat gampong setempat, dapat melapor secara kontinu perkembangan dan meminta kepada tim BPBD yang bertugas terus memantau lokasi banjir.

Tim piket terus berkoordinasi dan tetap siaga memberi bantuan masa panik,” ujar Mulyadi

Mulyadi menambahkan pihaknya juga memonitoring situasi dan kondisi di 27 kecamatan se-Kabupaten Aceh Utara (852 gampong) oleh petugas piket Pusdalops BPBD Aceh Utara