Untuk Meningkatkan Ekonomi Rakyat dan UMKM, Bupati Rocky Temui Menko Perekonomian

Rocky juga turut memaparkan mengenai pembangunan dan kondisi terkini serta geografis Kabupaten Aceh Timur dan berbagai potensi yang dimiliki daerah yang dipimpinnya.
Bupati Rocky Temui Menko Perekonomian
Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH melakukan pertemuan bersama Dr (HC) Ir Airlangga Hartarto MBA MMT Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Republik Indonesia.

ACEHSATU.COM | Aceh Timur – Untuk Meningkatkan Ekonomi Rakyat dan UMKM, Bupati Rocky Temui Menko Perekonomian. Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH melakukan pertemuan bersama Dr (HC) Ir Airlangga Hartarto MBA MMT Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Republik Indonesia.

Pertemuan antara tokoh daerah dan nasional tersebut berlangsung dalam suasana akrab di ruang kerja Menko Ekuin RI di Jakarta, Kamis (3/2/22)

Dikesempatan itu, Bupati Aceh Timur turut membahas terkait pengembangan pembangunan ekonomi masyarakat berbasis kawasan serta UMKM di masa pandemi covid 19.

“Pembahasan kita bersama bapak Menteri terkait pengembangan pembangunan ekonomi masyarakat berbasis kawasan dan UMKM, terutama menyangkut ekonomi dimasa pandemi ini,” kata Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH pada wartawan.

“Pembahasan kita bersama bapak Menteri terkait pengembangan pembangunan ekonomi masyarakat berbasis kawasan dan UMKM, terutama menyangkut ekonomi dimasa pandemi ini

Selain itu, Rocky juga turut memaparkan mengenai pembangunan dan kondisi terkini serta geografis Kabupaten Aceh Timur dan berbagai potensi yang dimiliki daerah yang dipimpinnya.

Seperti kawasan Pusat Pemerintahan, Kawasan Industri Aceh Timur (KIA), Kawasan Minapolitan, Kawasan Agropolitan, serta Kawasan Integrasi Wisata.

“Juga berbagai potensi lainnya yang dimiliki Kabupaten Aceh Timur turut kita sampaikan kepada bapak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,” tuturnya.

Diantaranya, Program Pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM), Tambak Udang Terintegrasi berbasis Kawasan (Shrimp Estate), serta Conservation Response Unit (CRU) gajah, dan Sumatera Rhino Sanctuary (Suaka Badak Sumatera).

Potensi lainnya, yaitu Kabupaten Aceh Timur juga memiliki kawasan lindung dan hutan mangrove yang berada di 8 (Delapan) Kecamatan, dengan luas kawasan mencapai 9.621 Ha, dinilai sangat cocok untuk silvofisheries dan sesuai untuk ekowisata

Dihadapan Menteri EKUIN, Bupati Aceh Timur juga mengulas luas wilayah Aceh Timur yang mencapai luas 6.040,60 Km,. dengan jumlah penduduk 436.081 jiwa (2020), dengan 24 Kecamatan, serta memiliki 63 Mukim dan 513 Desa, dengan jumlah penduduk 436.081 jiwa yang tersebar di 25 kecamatan.

Sementara untuk Agropolitan, Aceh Timur juga memiliki perkebunan sawit, karet dan coklat. Khusus dibidang pertanian, kawasan ini juga turut menanam berbagai komoditi pertanian seperti padi, jagung dan kacang kedelai.

Sedangkan mengenai laju pertumbuhan ekonomi di kabupaten Aceh Timur dalam rentang waktu 2016 – 2020, diterangkannya, Perekonomian Kabupaten Aceh Timur pada tahun 2020 mampu tumbuh sebesar 1,79 persen, namun peningkatan yang terjadi lebih rendah jika dibandingkan peningkatan ekonomi pada tahun sebelumnya yang mencapai 4,42 persen.

“Perlambatan kinerja ekonomi pada tahun 2020 itu dipengaruhi karena adanya pandemi Covid-19. Pembatasan kativitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berdampak pada perekonomian,” tambahnya.

Berbagai prestasi dan capaian baik tingkat daerah maupun nasional juga berhasil diukir secara gemilang oleh Pemerintah dan masyarakat masyarakat Kabupaten Timur diantaranya, penghargaan Opini laporan keuangan daerah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), selama 7 tahun berturut-turut dari 2014 sampai 2020 dari lembaga pemeriksaan keuangan negara.

Kabupaten Aceh Timur juga merupakan sebagai kawasan tanam kedelai terintegrasi memiliki lahan seluas 26.000 ha (2016).

Daerah penghasil gabah kering terbanyak ke 6 di Indonesia (2016), Selain itu.

Kabupaten Aceh Timur juga berhasil menyabet penghargaan Pelayanan Perizinan Terbaik Se-Indonesia melalui Aplikasi Si Cantik Cloud pada 2018, serta Lokus nasional kawasan perdesaan melalui RPKP 2016-2019.

Tak hanya itu, Kabupaten Aceh Timur juga memperoleh beberapa capaian prestasi di level nasional seperti, Penghargaan standar nasional pelayanan publik terbaik se-Indonesia oleh Ombudsman RI pada 2019, penghargaan daerah peduli konservasi dan perlindungan satwa liar oleh Kementerian LHK (2020).

Selain itu juga diperoleh Penghargaan KB sejuta Akseptor oleh BKKBN (2020), Penghargaan BKN Awards Peringkat l Nasional (2021), serta Penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (PAE) 2021, dan tambak udang terintegrasi berbasis kawasan (Shrimp Estate) 400 ha.

Pun demikian tidak menampik pandemi Covid-19 juga berdampak yang sangat luar biasa tehadap berbagai sektor di Aceh Timur terutama bidang petekonomian

“Namun seiring kondisi daerah yang turut dilanda pandemi Covid-19, tentunya juga berefek pada bidang perekonomian. Untuk itu kita turut menyampaikan banyak hal kepada pak menteri agar dapat menggerakkan kementerian teknis dibawah Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di Aceh Timur yang turut terkena dampak pandemi Covid-19,” pungkad Bupati Aceh Timur