https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik

Dosen USK Positif Covid-19
Dok. Youtube/Korelasi

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Lembaga pemeringkatan dunia Scimago Institutions Ranking (SIR) menyatakan Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh berada di peringkat 11 kampus terbaik tingkat nasional. Sejumlah bidang keilmuan juga disebut berada di posisi membanggakan.

Rektor USK Prof Marwan mengatakan, posisi USK naik dua peringkat dari peringkat 13 pada tahun sebelumnya.

Prestasi tersebut menunjukkan upaya-upaya kampus berjuluk Jantong Hate Rakyat Aceh terkait penguatan institusi telah berada di jalur yang benar.

“Alhamdulillah, pencapaian ini tidak lepas dari komitmen kuat dan kerja keras kita bersama. Hal ini juga bermakna, USK sudah on the track dalam mewujudkan visi dan misinya,” kata Marwan dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (13/7/2022).

Dia mengatakan, sejumlah bidang keilmuan di USK juga berada di posisi terbaik di tingkat nasional.

Beberapa bidang studi itu antara lain kimia yang berada di Peringkat I, bidang matematika Peringkat I, bidang bahasa atau linguistik berada di Peringkat V.

Selain itu, bidang keteknikan Peringkat VII, bidang kedokteran hewan peringkat VI, bidang kedokteran peringkat VIII, bidang ilmu komputer peringkat XIV, bidang pertanian peringkat XIX, dan bidang ekonomi di peringkat XXIII.

Marwan mengatakan, prestasi di bidang bahasa sangat istimewa karena selama ini riset USK lebih dominan di bidang sains.

Kajian di bidang humaniora seperti liguistik masih tergolong sedikit.

“Di sisi lain, prestasi ini setidaknya menjelaskan, kualitas riset USK dalam bidang humaniora seperti bahasa, linguistik maupun sastra telah diakui reputasinya secara global,” ujar Marwan.

“Ilmu linguistik inikan terus berkembang. Sementara kajian bidang ilmu ini masih tergolong sedikit. Karena itulah, prestasi ini menjadi motivasi USK untuk terus memperluas kajian linguistiknya,” lanjutnya. (*)