Uniknya Rumah Adat Aceh yang tak Pakai Paku

Rumah adat masyarakat Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam disebut dengan Rumoh Aceh. Beberapa literatur juga menyebutnya sebagai rumah Krong Bade.
Rumah Adat Aceh
Foto: Kemendikbud

Laporan Rahma Indina Harbani via detikEdu

ACEHSATU.COMRumah adat masyarakat Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam disebut dengan Rumoh Aceh. Beberapa literatur juga menyebutnya sebagai rumah Krong Bade.

Banyak orang Aceh pada zaman dahulu mendiami rumah dengan tipe rumah seperti Rumoh Aceh ini. Namun, sayangnya hanya tersisa beberapa tempat saja sekarang.

Melansir dari laman resmi Kemendikbud, Rumoh Aceh bahkan sudah diabadikan di komplek Kantor Museum Aceh, Banda Aceh, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Rumah Cut Nyak Dhien di Desa Lampisang, 10 km dari pusat Kota Banda Aceh.

Foto: Kemendikbud

Aceh merupakan pintu masuk bagi penyebaran agama Islam di Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan budaya Aceh erat berkait dengan budaya Islam. Hal ini terbukti dari bentuk bangunan rumah adatnya beserta keunikan di dalamnya.

Adapun keunikan yang dimiliki oleh rumah adat Aceh, detikEdu sudah merangkumnya dari berbagai sumber. Enam fakta unik rumah adat Aceh di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Atap Rumah

Salah satu keunikan rumah adat Aceh terletak pada atapnya. Atap Rumoh Aceh memiliki penahan atap berupa berupa tali hitam atau tali ijuk yang diikat tidak bersambung. Hal ini dibuat sedemikan rupa dengan maksud meminimalisir dampak musibah.

Misalnya saat terjadi kebakaran pada bagian atap, maka pemilik rumah hanya perlu memotong satu tali saja. Sehingga seluruh atap rumah yang terhubung atau terpusat pada tali ijuk langsung terjatuh atau roboh. Hal tersebut dapat menghindari dari terjadinya kebakaran kayu dan meminimalisir dampak dari kebakaran.

Selain itu, ada juga yang menggunakan daun kelapa untuk atap Rumoh Aceh. Atap daun kelapa ini bertujuan untuk menciptakan suasana rumah yang sejuk dan tidak terdengar berisik saat hujan deras.

2. Arah Pembangunan Rumah

Pembangunan rumah adat Aceh harus dibuat menghadap Utara dan Selatan. Hal ini dimaksudkan agar sinar cahaya matahari dapat mudah masuk ke dalam kamar. Baik yang berada di sisi Timur rumah atau pun sisi Barat.

Sebab, menurut mereka, Rumoh Aceh yang menghadap ke arah Barat atau Timur akan mudah roboh karena melawan arah angin.

3. Motif Hiasan Rumah

Biasanya dalam bangunan rumah adat Aceh, terdapat motif-motif hiasan rumah yang selalu dipakai, di antaranya adalah motif atau ukiran-ukiran keagamaan yang diambil dari ayat-ayat Al Quran dan motif flora seperti tumbuh-tumbuhan baik berbentuk daun, akar, batang, ataupun bunga-bungaan. Ukiran berbentuk stilirisasi tumbuh-tumbuhan ini tidak diberi warna, jikapun ada, warna yang digunakan adalah merah dan hitam.

Kemudian, ada pula motif fauna yang biasanya digunakan adalah binatang-binatang yang disukai, hingga motif alam seperti langit dan awannya, bulan, bintang, laut, dan sebagainya.

4. Tidak Menggunakan Paku

Bangunan Rumoh Aceh tidak menggunakan paku untuk memperkuat bangunan. Melainkan menggunakan bahan pengikat dari tali ijuk dan rotan (awe). Meskipun begitu, bangunan rumah adat Aceh tetap bertahan hingga ratusan tahun lamanya.

5. Pintu Rumah Pendek

Bagian pintu rumah adat Aceh dibuat setinggi 120-150 cm. Artinya ukuran tersebut tidak lebih tinggi dari ukuran orang dewasa. Oleh sebab itu, setiap orang yang masuk ke dalam rumah harus menunduk.

Hal ini juga disebut sebagai simbol bahwa tamu perlu menghormati tuan rumah. Islam sebagai agama yang dianut oleh sebagian masyarakat Aceh, mengajarkan setiap pemeluknya untuk memuliakan tamu pula. Jadi, hal ini dimaksudkan untuk menciptakan sikap saling menghormati.

Hal ini juga disebut sebagai simbol bahwa tamu perlu menghormati tuan rumah. Islam sebagai agama yang dianut oleh sebagian masyarakat Aceh, mengajarkan setiap pemeluknya untuk memuliakan tamu pula. Jadi, hal ini dimaksudkan untuk menciptakan sikap saling menghormati.

6. Rumah Panggung

Arsitektur Rumoh Aceh yang berbentuk panggung merupakan bentuk adaptasi masyarakat terhadap lingkungannya. Secara kolektif struktur rumah panggung memberikan nilai positif terhadap sosial dan kenyaman tersendiri bagi penghuninya, selain itu juga menjamin keamanan dari banjir, binatang buas, dan juga keselamatan.

Keberadaan tangga sebelum masuk ke Rumoh Aceh bukan hanya berfungsi sebagai penghubung untuk masuk ke dalam rumah, tetapi juga berfungsi sebagai batas bagi tamu. Utamanya bagi tamu yang bukan anggota keluarga atau saudara dekat.

Bila di dalam rumah tidak ada anggota keluarga yang laki-laki, maka hal itu menjadi pantangan bagi tamu yang bukan keluarga dekat untuk naik ke atas.

Itulah fakta tentang rumah adat Aceh beserta keunikannya. Semoga bermanfaat!